Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Kepala BNPB Tinjau Gereja Terdampak Gempa M7,6 di Minahasa

Sabtu, 04 April 2026 | 10:31:00 AM WIB Last Updated 2026-04-04T02:31:31Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, MINAHASA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengunjungi Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus, Rumengkor, Kabupaten Minahasa, setelah gereja tersebut ikut terdampak gempa magnitudo 7,6 pada Kamis 2 April 2026.

Kunjungan kepala BNPB tersebut untuk memastikan kondisi bangunan gereja yang hari ini digunakan untuk perayaan ibadah Jumat Agung.

"Penanganan kerusakan akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa," ujar Suharyanto di Rumengkor, melansir Antara, Sabtu (4/4/2026).

Saat melakukan kunjungan ke gereja Katolik tersebut, Suharyanto memberikan bantuan uang tunai Rp10 juta dan paket makanan bagi anak dan lansia gereja tersebut.


Sementara itu, Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Pst Emmanuel Ohoiwutun menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari pemerintah pusat dan berharap bantuan ini segera diwujudnyatakan.

Sebelumnya, pada Kamis 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara (Malut) diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6, sementara episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 kilometer.

Di Kota Manado, gempa tektonik tersebut menyebabkan satu korban meninggal, dan beberapa cedera. Gempa juga menyebabkan sayap kiri gedung KONI Sario Manado ambruk serta plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor-Minahasa jatuh.Sebelumnya, gempa magnitudo 7,6 mengguncang Kota Bitung dan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), Kamis 2 April 2026. Satu korban meninggal dunia, serta sejumlah bangunan dan fasilitas umum rusak di empat kabupaten kota di Sulut.

Menanggapi dampak yang tersebar di beberapa wilayah, Pemerintah Provinsi Sulut direncanakan akan segera menetapkan status tanggap darurat, menyusul dua kabupaten di bawahnya yang telah lebih dulu menetapkan status serupa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa, pemerintah akan bertanggung jawab atas perbaikan infrastruktur permukiman dan fasilitas publik lainnya, selama pemerintah daerah menyatakan status tanggap darurat bencana.

"Untuk rumah masyarakat yang rusak, akan diperbaiki oleh pemerintah. Polanya sama seperti di daerah bencana lain," ujar Suharyanto saat mengunjungi lokasi gempa di gedung KONI Sulut, Kecamatan Sario, Kota Manado, Jumat 3 April 2026.

Dia mengatakan, rumah rusak ringan dan sedang akan diperbaiki, sementara yang rusak berat akan diganti atau pembangunan baru. Mekanismenya nanti melihat pengajuan dan kemampuan fiskal daerah, jika diserahkan ke pusat, maka pusat akan ambil alih.

"Selain bantuan perbaikan rumah, Kementerian Sosial telah memonitor pemberian santunan bagi ahli waris korban jiwa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ucap Suharyanto.

Meskipun saat ini belum dilaporkan adanya titik pengungsian terpusat, BNPB bersama tim gabungan akan terus melakukan asesmen lapangan secara mendalam untuk memastikan seluruh kebutuhan penyintas terpenuhi dan tidak ada area terdampak yang luput dari pantauan.

Oleh : Tri

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

 

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "