Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Rekaman VN Menghina Media, APH Diminta Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal Di Teluknaga

Jumat, 03 April 2026 | 8:16:00 PM WIB Last Updated 2026-04-03T12:21:55Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, TANGERANG - Beredarnya rekaman voice note (VN) bernada kasar dan menghina profesi jurnalis ( media ) kini menjadi sorotan tajam. Dalam rekaman tersebut, terduga pelaku berinisial Mrz, yang disebut-sebut sebagai pengedar obat-obatan tanpa ijin resmi,  melontarkan kalimat yang disinyalir tidak hanya merendahkan, tetapi juga menampar harga diri insan pers secara kolektif.

“ Orang media itu rata-rata pada lapar, media bangsat ”,  kira-kira kurang lebih begitu di beberapa kalimat nya melalui voice note.

Kalimat di VN itu bukan sekedar ucapan yang emosional. Itu dianggap oleh sebagian besar orang adalah bentuk dari sebuah penghina'an terbuka terhadap profesi yang dilindungi undang-undang. Lebih dari itu, pernyata'an tersebut justru memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang ingin ditutupi.


Berdasarkan keterangan, kasus ini bermula saat seorang jurnalis, Irwan, mencoba menjalankan tugasnya dengan melakukan konfirmasi terkait adanya temuan duga'an peredaran obat keras golongan “G” seperti tramadol dan eksimer secara bebas tanpa izin edar dan tanpa resep dokter. Alih-alih mendapat klarifikasi, yang muncul justru respons kasar, arogan, dan penuh penghinaan.

Ironis. Ketika jurnalis bekerja untuk membuka fakta, justru dihujani makian. Ketika dugaan pelanggaran hukum disorot, yang muncul bukan bantahan berbasis data, melainkan serangan terhadap profesi.

“ Kalimatnya tidak pantas, menghina profesi secara keseluruhan. Bahkan dari screenshot yang ada, ucapannya lebih parah lagi. Yang saya tahu, dia mengedarkan tramadol dan eksimer di sekitar 20 titik di wilayah Kecamatan Teluknaga ", ungkap Irawan Tanjung, pada Kamis (2/4/2026).

Jika pernyataan ini benar, maka persoalannya bukan lagi sekadar penghina'an terhadap pers. Ini sudah masuk pada dugaan jaringan peredaran obat ilegal yang terstruktur dan masif.

Pimpinan redaksi Media online RBN pun saat berusaha melakukan konfirmasi melalui sambungan telephone dan pesan Chat WhatsApp, terduga pelaku penghinaan Mrz  terhadap profesi kaum pers tersebut justru memilih diam seribu bahasa. Sikap bungkam ini semakin mempertegas dugaan bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikan.

Pertanyaannya sederhana, Siapa yang sebenarnya “lapar” ? Jurnalis yang mencari kebenaran, atau pihak yang diduga meraup keuntungan dari bisnis obat ilegal yang merusak generasi..?

Ucapan dalam VN itu kini menjadi bumerang. Alih-alih melemahkan, justru memperkuat kecurigaan publik bahwa ada praktik gelap yang sedang berusaha ditutup rapat.

Pers bukan musuh. Pers adalah kontrol sosial dan ketika pers dihina, apalagi dalam konteks dugaan pelanggaran hukum, maka patut diduga ada ketakutan yang disembunyikan di balik keberanian semu.

Aparat penegak hukum ( APH )  tidak boleh diam. Dugaan peredaran tramadol dan eksimer tanpa izin adalah pelanggaran serius yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya generasi muda. Sementara itu, penghinaan terhadap profesi jurnalis juga tidak bisa dianggap remeh. Ini bukan sekedar persoalan etika, tapi juga bentuk pelecehan terhadap pilar demokrasi.

Kasus ini harus diusut tuntas. Karena jika benar ada 20 titik peredaran obat ilegal, maka yang sedang terjadi bukan lagi pelanggaran kecil, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan publik dan satu hal yang pasti, PERS tidak akan diam !!

Pasal yang mungkin terkait VN :

- Pasal 310 KUHP tentang Penghinaan

- Pasal 311 KUHP tentang Fitnah

- UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 18 tentang Perlindungan Profesi Wartawan

Oleh : Soleh

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "