Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Viral Pria Minum Oli 2 Tak, Dokter: Bahaya Kerusakan Hati

Rabu, 08 April 2026 | 6:40:00 PM WIB Last Updated 2026-04-08T10:40:25Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, MAKASAR - Fenomena viral sejumlah video yang memperlihatkan sejumlah pria meminum oli 2 tak demi alasan kesehatan menuai sorotan dari kalangan medis. Aksi tersebut dinilai sebagai bentuk misinformasi yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Berdasarkan pantauan wartawan terdapat dua video yang memperlihatkan sejumlah pria tengah asyik menenggak oli. Salah satu video diduga direkam di dalam masjid, sementara video lainnya diduga direkam di depan rumah warga.

"Jadi kalau pegal linu minum saja ini (oli), langsung telan setelah itu minum air putih," kata salah seorang pria dalam video tersebut.


Berdasarkan keterangan dari sejumlah postingan di media sosial, peristiwa tersebut diduga terjadi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Namun aksen dan bahasa daerah yang digunakan dalam video itu adalah bahasa Bugis-Makassar.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. M. Jabal Nur, Sp.PD, menegaskan bahwa praktik mengonsumsi oli tidak memiliki dasar medis. Menurut dia hal itu justru berisiko tinggi bagi kesehatan.

"Oke, begini. Itu kan di video yang beredar, dia jadikan sebagai terapi kesehatan. Secara medis ini sebenarnya misinformasi. Tidak ada itu mengonsumsi oli berdampak baik bagi kesehatan," kata Jabal saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, oli merupakan bahan yang dirancang khusus untuk mesin, bukan untuk dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, mengonsumsi oli secara rutin bisa berdampak buruk bagi kesehatan secara jangka panjang.

"Karena begini, oli itu kita tahu kandungannya bahan kimia berbahaya. Oli dirancang khusus untuk komponen logam yang bersuhu tinggi, untuk mesin, bukan untuk dicerna. Bahan dasarnya hidrokarbon, kemudian ada zat adiktif seperti logam berat dan bahan kimia pembersih. Apa yang bisa terjadi? Ini bisa memicu keracunan, bahkan menyebabkan kerusakan organ jangka panjang," paparnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dampak dari konsumsi oli tidak selalu muncul secara langsung, sehingga kerap menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Menurut dia, kerusakan organ tubuh bisa terjadi secara perlahan.

"Selama ini kalau kita dengar orang minum oli, seolah-olah langsung kejang atau meninggal. Tapi sebenarnya ada yang namanya efek latensi, jadi gejalanya tertunda. Tidak semua efek muncul secara instan. Zat itu harus melalui proses metabolisme dulu. Tapi lama-kelamaan bisa menyebabkan kerusakan organ, terutama hati," ungkapnya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hati dan ginjal menjadi organ yang paling rentan terdampak akibat dari mengonsumsi zat kimia berbahaya seperti oli secara rutin.

"Karena semua zat yang masuk ke tubuh, racunnya akan diproses oleh hati, kemudian dibuang melalui ginjal. Kalau oli dikonsumsi terus-menerus, tentu akan memperberat kerja hati. Akibatnya bisa terjadi gagal hati hingga gangguan ginjal," katanya.

Fenomena Berbahaya

Selain itu, kondisi tubuh seseorang dan jumlah konsumsi juga memengaruhi munculnya gejala. Apalagi berdasarkan pengakuan pria yang mengonsumsi video viral itu, aksi tersebut sudah cukup sering dilakukan.

"Yang kedua, kenapa yang minum oli terlihat baik-baik saja, karena tadi efek latensi. Selain itu, dosisnya mungkin sedikit. Respon tubuh tiap orang juga berbeda. Bisa jadi kondisi tubuhnya sedang fit, sehingga belum terlihat dampaknya secara langsung," tambahnya.

Tak hanya bisa merusak hati dan ginjal, Jabal juga mengingatkan risiko fatal jika oli masuk ke saluran pernapasan. Hal itu bahkan disebut bisa menyebabkan kematian.

"Normalnya cairan masuk ke lambung. Tapi kalau masuk ke paru-paru, bisa menyebabkan tersedak, gagal napas, bahkan meninggal. Ada kasus orang minum, lalu tiba-tiba sesak napas dan meninggal. Itu karena cairan masuk ke paru-paru," jelasnya.

Menurut Jabal, ada fenomena berbahaya dalam kasus viral masyarakat minum oli ini, hal itu adalah disinformasi yang beredar dan membuat masyarakat percaya bahwa mengonsumsi oli bisa berdampak baik untuk kesehatan.

"Dalam kasus ini, kemungkinan oli langsung masuk ke lambung. Tapi setelah itu tetap akan diproses di tubuh, terutama ke hati. Dan dampaknya akan muncul seiring waktu, apalagi jika dikonsumsi berulang-ulang. Apalagi kalau masyarakat sudah percaya dan ikut-ikutan," ujarnya.

Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Ia pun mengingatkan bahwa tren semacam ini berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan publik.

"Nah, itu berbahaya. Ini seperti bom waktu. Dampaknya pertama pada sistem pernapasan. Bisa terjadi aspirasi seperti yang saya jelaskan tadi. Kemudian bisa juga terjadi pneumonia aspirasi, yaitu radang paru-paru akibat zat oli yang masuk, karena kandungan hidrokarbon dan zat aditifnya," katanya.

"Yang kedua, pada sistem pencernaan. Bisa menyebabkan mual, muntah, pusing. Dalam kondisi lebih parah, bisa menyebabkan kerusakan organ, terutama hati dan ginjal. Jadi ini sangat berbahaya jika dipercaya masyarakat," sambungnya.

Jabal pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak memiliki dasar ilmiah. Ia juga meminta agar masyarakat yang memiliki keluhan tentang kesehatan agar langsung memeriksakan kesehatannya ke fasilitas medis yang tersedia.

"Jangan percaya informasi yang salah. Mengonsumsi oli tidak ada manfaatnya bagi kesehatan, justru berbahaya. Terlebih jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Jika ada keluhan kesehatan, silakan datang ke dokter. Terapkan pola hidup sehat, makan teratur, minum cukup, konsumsi buah dan sayur. Kalau merasa lemas, bisa cukup dengan multivitamin,” tuturnya.

Ia juga menambahkan dengan nada ringan agar masyarakat tidak menjadikan oli sebagai konsumsi.

"Jangan mengonsumsi oli. Nanti malah oli bisa jadi langka dan mahal," pungkasnya.

Wartawan : Dirta

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " MEDIA INDONESIA ASIA " "