MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Desainer modest fashion Indonesia, Ayu Dyah Andari, merayakan 15 tahun perjalanan kariernya di industri mode melalui pameran dan presentasi privat bertajuk Puspa. Acara bertema An Art Installation and Private Collection tersebut digelar selama dua hari pada Kamis dan Jumat, 7--8 Mei 2026, di Le Nusa, Jakarta Selatan.
Melalui koleksi Puspa, Ayu menghadirkan karya berbeda dari yang sebelumnya banyak dipengaruhi gaya Eropa klasik dan barok. Kali ini, ia terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia, mulai dari ragam bunga Nusantara, ukiran Jepara, hingga penggunaan kulit sapi asal Garut sebagai material utama koleksi tas terbarunya.
"Kali ini kembali ke akar budaya. Kenapa tidak ukiran Jepara dan puspa Indonesia? Ternyata tidak kalah indah dibanding inspirasi Eropa," ujar Ayu, ditemui di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Koleksi Puspa terdiri dari 27 rancangan, meliputi 13 koleksi adi busana dan 14 koleksi siap pakai. Tiga bunga Indonesia menjadi inspirasi utama dalam koleksi ini, yakni Rafflesia arnoldii, melati putih, dan anggrek bulan. Ketiganya dipilih karena merepresentasikan karakter perempuan Indonesia, mulai dari kelembutan, keanggunan, hingga kekuatan.
Puspa juga menjadi ruang bagi Ayu untuk memperkenalkan perpaduan tradisi dan modernitas melalui detail bordir, batu kecubung asal Kalimantan, hingga siluet busana yang terinspirasi kebaya dan kain wiron. Selain menghadirkan busana couture dan ready-to-wear, Ayu juga meluncurkan seri tas berbahan kulit sapi Garut yang dikerjakan langsung oleh perajin perempuan Indonesia.
Menurutnya, penggunaan material lokal menjadi bagian dari upaya memberdayakan pengrajin dalam negeri sekaligus menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing secara kualitas.
"Dari perempuan Indonesia untuk perempuan Indonesia. Kami ingin mengangkat craftsmanship lokal yang luar biasa," kata Ayu.
Tas-tas tersebut dirancang dalam tiga model berbeda yang terinspirasi dari karakter tiga bunga utama koleksi Puspa. Menurut Ayu, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu nilai penting dalam perjalanan brand yang dibangunnya selama 15 tahun terakhir.
Ia menilai industri fesyen bukan sekadar soal desain, tetapi juga tentang keberlangsungan hidup para pengrajin dan pekerja kreatif di balik proses produksi. "Saya bukan hanya bertanggung jawab pada diri sendiri, tetapi juga kepada tim dan para pengrajin yang hidup dari karya-karya ini," kata Ayu.
Melalui koleksi Puspa, Ayu berharap karya-karyanya dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih menghargai budaya lokal dan percaya bahwa produk Indonesia mampu bersaing dengan produk luar negeri, baik dari segi kualitas maupun nilai artistik.
Oleh : Mirna
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





