MEDIAINDONESIA.ASIA, MAKKAH - Jemaah haji Indonesia mulai menjalani rangkaian lempar jumrah di Mina setelah menyelesaikan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Di tengah padatnya aktivitas ibadah, sejumlah jemaah mengaku mendapat pelayanan yang nyaman selama berada di tenda Mina.
Jemaah asal Palembang kloter PLM 4, Pariem Pirmawati, mengatakan dirinya tengah menjalani prosesi lempar jumrah bersama rombongan pada Hari Tasyrik 11 Zulhijah, Kamis (28/5/2026).
“Kemarin sudah (lempar jumrah) Aqabah. Sekarang yang kedua (Ula, Wustha, dan Aqabah),” kata Pirma kepada tim Media Center Haji di Mina, Makkah.
Pirma mengapresiasi fasilitas di tenda Mina yang dinilainya nyaman untuk beristirahat. Ia menyebut konsumsi bagi jemaah tersedia melimpah.
“Makanan berlimpah ruah,” katanya.
Ia juga mengapresiasi fasilitas lain di tenda, mulai dari tempat tidur hingga pendingin ruangan yang membantu jemaah beristirahat setelah menjalani rangkaian ibadah.
“Kasurnya cukup nyaman, AC-nya juga Alhamdulillah (dingin),” ujarnya.
Menurut Pirma, pelayanan petugas haji Indonesia di Mina berjalan baik dan membantu kebutuhan jemaah. “Pelayanan sekarang hebat banget,” katanya.
Selama menjalani puncak ibadah haji, Pirma mengaku memanjatkan doa untuk keluarga, kerabat, dan teman-temannya di Indonesia. “Saling mendoakan. Semoga kita selamat sampai ke rumah dan ketemu keluarga lagi,” ucapnya.
Penataan Tenda Diperbaiki
Sementara itu, jemaah asal Klaten kloter SOC 60, Sri Amini, mengeluhkan penataan tenda di Arafah dan Mina yang membuat rombongannya kerap terpisah selama puncak ibadah haji. Ia berharap pengaturan tenda bagi jemaah Indonesia dapat diperbaiki pada musim haji mendatang.
Amini mengatakan kloternya beberapa kali dipindahkan dari tenda yang sudah ditempati. Kondisi itu membuat sebagian jemaah harus berbagi tempat tidur dengan kapasitas melebihi semestinya.
Menurut dia, kondisi tenda mulai lebih longgar setelah sebagian jemaah memilih Nafar Awal dan kembali lebih dulu ke Makkah. Jemaah yang tersisa akhirnya bisa menempati tempat tidur dengan lebih nyaman.
Meski demikian, Amini mengaku tetap bersyukur dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar. Ia menilai pelayanan makanan, hotel, dan fasilitas secara umum selama di Tanah Suci cukup baik.
“Makanan selama di hotel dan di luar bagus banget. Cuma mungkin menu berkuah lebih diperbanyak karena sampai sekarang saya belum ketemu sayur berkuah,” ucapnya kepada tim Media Center Haji di Mina, Makkah, Jumat (29/5/2026).
Untuk keluarga di Indonesia, Sri memastikan kondisinya dan jemaah SOC 60 tetap sehat selama menjalani ibadah haji. “Alhamdulillah kami baik-baik saja, sehat dan bahagia. Insyaallah semuanya baik-baik saja,” tandasnya.
Kontributor : Rahmat
Editor : Riska





