MEDIAINDONESIA.ASIA, BOGOR - Samuri (58) tidak pernah membayangkan akan menjadi pengusaha. Puluhan tahun dia habiskan hari di balik kemudi. Mulai dari sopir truk, lalu beralih ke jemputan sekolah. Hingga akhirnya berbelok arah menjadi pengusaha kebab.
Fase baru membangun usaha kebab dimulai sekitar 2019. Saat masih aktif sebagai sopir jemputan sekolah, dia mencoba peruntungan baru. Samuri mendapat tawaran membuka usaha kebab dari seorang teman.
Dia pun belajar singkat selama sekitar tiga bulan. Sembari tetap bekerja di pagi hari.
“Pagi jemputan sekolah, sore jualan,” cerita Samuri saat berbincang dengan awak media, di tempat usahanya kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026).
Tak lama setelah usaha itu berjalan, pandemi Covid-19 datang. Aktivitas sekolah berhenti. Otomatis pekerjaan jemputan ikut terhenti. Dari situ, Samuri memutuskan untuk fokus penuh pada usaha kebab yang dia rintis di dekat rumahnya.
Modal awal usaha tersebut sekitar Rp 20 juta. Seiring berjalannya waktu, dia mengajukan pinjaman sebesar Rp 60 juta ke Bank Rakyat Indonesia (BRI). Uang itu digunakan untuk pengembangan usaha, mulai dari pembelian gerobak kebab, tambahan bahan baku, hingga sempat mencoba usaha odong-odong. Namun, usaha odong-odong itu tidak bertahan lama dan akhirnya dihentikan.
Sebelum pinjaman Rp 60 juta itu, Samuri sebenarnya sudah lebih dulu mengenal layanan pembiayaan dari BRI. Saat masih menjalankan usaha jemputan sekolah, dia sempat memperoleh pinjaman sekitar Rp 100 juta untuk pengembangan armada.
Sejak saat itu, hubungan usahanya dengan bank pelat merah tersebut terus berlanjut. Samuri mengaku selalu disiplin dalam pembayaran dan tidak pernah menunggak. Hal itu membuatnya beberapa kali kembali mendapat tawaran fasilitas pembiayaan tambahan. Usaha kebab yang dijalankan Samuri bernama Arkhan Kebab. Diambil dari nama cucu pertamanya.
Dari satu lapak awal, usaha Samuri berkembang hingga memiliki tiga cabang. Cabang kedua bahkan dibuka dalam waktu relatif cepat, sekitar empat bulan setelah cabang pertama berjalan. Tak lama berselang, cabang ketiga juga ikut menyusul.
Meski begitu, Samuri mengaku tidak lagi terlalu agresif menambah titik usaha. Faktor usia dan keterbatasan tenaga membuatnya memilih untuk menjaga yang sudah ada.
“Sebenernya mau buka lagi, tapi ya sudah lah, fokus tiga dulu. Kita kan cuma berdua sama istri,” ujarnya.
Sejumlah tawaran untuk membuka cabang baru sebenarnya masih datang. Salah satunya dari seorang teman di kawasan Keranggan yang menawarkan lokasi usaha.
Namun Samuri mengaku masih mempertimbangkannya. Dia ingin usaha yang dijalani tetap nyaman dan tidak membebani.
“Masih tarik ulur. Kepengennya usaha yang bisa dinikmati,” katanya.
Oleh : Suryana
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





