MEDIAINDONESIA.ASIA, SULSEL - Seorang pelajar asal Kabupaten Luwu berinisial MAA (18) ditemukan meninggal dunia di Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 14 Mei 2026 sore. Saat ditemukan, kondisi jenazah korban sudah mengenaskan dengan sejumlah bagian tubuh mulai membusuk hingga nyaris tinggal tulang belulang.
Belakangan, polisi mengungkap korban diduga dibunuh oleh temannya sendiri berinisial MYA alias AF. Terduga pelaku berhasil diamankan aparat gabungan Polsek Urban Pitumpanua dan Tim Resmob Polres Wajo kurang dari 1x24 jam setelah penemuan jasad korban.
Kapolsek Urban Pitumpanua AKP Andi Suhidin mengatakan, pihaknya awalnya menerima laporan terkait penemuan mayat di wilayah Desa Batu.
"Benar, kami menerima laporan adanya penemuan mayat di wilayah Desa Batu. Setelah dilakukan pengecekan identitas, korban diketahui merupakan seorang pelajar asal Kabupaten Luwu," kata Andi Suhidin, Minggu (17/5/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Syarifuddin (50) saat hendak menuju kebun milik pamannya di Desa Batu. Saksi merasa curiga setelah mencium bau busuk dari sekitar lokasi sebelum akhirnya menemukan jasad korban.
"Atas penemuan tersebut, saksi kemudian melaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke Polsek Urban Pitumpanua," katanya.
Menerima laporan itu, personel Polsek Urban Pitumpanua bersama Tim Resmob Polres Wajo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi korban, serta memeriksa sejumlah saksi.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya luka retak pada bagian tengkorak kepala korban serta patah pada tulang kaki sebelah kanan. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Siwa guna menjalani visum.
Kasat Reskrim Polres Wajo Iptu Fahrul mengatakan pengungkapan kasus dilakukan melalui serangkaian penyelidikan intensif setelah penemuan jasad korban.
"Tim bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah menerima laporan penemuan mayat di Desa Batu. Dalam waktu kurang lebih 1x24 jam, terduga pelaku berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," ujar Fahrul, Sabtu (16/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, polisi mengarah kepada terduga pelaku yang diketahui merupakan teman korban sendiri. Pelaku akhirnya ditangkap di wilayah Larompong Selatan, Kabupaten Luwu.
Menurut Fahrul, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja cepat aparat kepolisian melalui olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan alat bukti di lapangan.
"Dari hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan diduga karena pelaku sakit hati terhadap korban," jelas Fahrul.
Lebih lanjut, Fahrul menjelaskan korban disebut kerap merundung pelaku hingga melontarkan ucapan yang menyinggung perasaan terkait ibu pelaku.
"Korban sering mengatakan kepada pelaku, ‘suruh mamamu cerai sama bapak tirimu, biar saya yang nikahi mamamu’. Ucapan itu membuat pelaku sakit hati," ungkapnya.
Rasa tersinggung tersebut diduga memuncak hingga pelaku merencanakan pertemuan dengan korban di sebuah kebun durian di Desa Batu yang kemudian berujung pada aksi pembunuhan.
"Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terkait motif dan kronologi kejadian guna melengkapi proses penyidikan," tutup Fahrul.
Laporan : Tian
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





