MEDIAINDONESIA.ASIA, SUKABUMI - Warga Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, dibuat geger oleh seekor sapi kurban asal Depok yang mengamuk lalu kabur ke hutan di Desa Mekarjaya. Sapi tersebut melompat dari truk pengangkut sebelum akhirnya ditemukan warga setelah pencarian semalaman dan disembelih darurat di pinggir aliran Sungai Citarik.
Peristiwa itu terjadi sejak Selasa (26/5/2026) sore hingga Rabu pagi. Kepala Desa Mekarjaya Soleh Komarudin mengatakan, insiden bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat sapi kurban titipan donatur dari Jakarta baru tiba di Yayasan Al-Kamilah.
"Pas mau diturunkan langsung loncat, lepas begitu. Terus lari ke kebun dan semak-semak," kata Soleh, Kamis (28/5/2026).
Lepas dari halaman masjid, sapi ras luar yang sensitif tersebut langsung menghilang di kegelapan hutan. Warga dan panitia kurban sempat bahu-membahu melakukan penyisiran hingga pukul 21.00 WIB. Namun, karena medan yang gelap gulita dan berbahaya, pencarian terpaksa dihentikan.
"Dikejar sampai jam 9 malam, tidak ketemu karena gelap," lanjut Soleh.
Perburuan baru dilanjutkan kembali usai warga melaksanakan salat Idul adha, Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Demi mempercepat pencarian, Soleh berinisiatif memanfaatkan kekuatan media sosial dengan menyebarkan info kehilangan ke berbagai grup Facebook lokal.
Strategi itu rupanya berbuah manis. Berkat laporan seorang netizen yang melihat jejak kaki sapi menuju batas desa, tim gabungan langsung bergerak melakukan pengepungan.
Tepat pukul 09.00 WIB, sapi tersebut berhasil dipojokkan di sekitar aliran Sungai Citarik, perbatasan antara Desa Mekarjaya dan Desa Tugubandung.
Disembelih Darurat
Karena kondisi yang mendesak dan sapi terus liar, panitia memutuskan mengeksekusinya di lokasi.
"Jam 9-an sudah ketemu dan langsung disembelih di tempat karena darurat," sambung dia.
Pihak pemerintah desa menduga kuat sapi tersebut mengalami stres berat setelah menempuh perjalanan jauh, hingga menjadi liar saat hendak diturunkan dari truk.
Meski sempat memicu kehebohan, Soleh memastikan seluruh proses eksekusi berjalan aman dan kondusif.
Laporan : Suryana
Editor : Lisa





