Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Selamat datang di Portal Mediaindonesia.asia, Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Warga Sukabumi Bertaruh Nyawa Lintasi Jembatan Bambu Reyot

Senin, 04 Mei 2026 | 4:25:00 PM WIB Last Updated 2026-05-04T08:25:16Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, SUKABUMI - Nasib pilu dialami warga di perbatasan Kecamatan Gegerbitung dan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Demi memangkas waktu tempuh, mereka terpaksa bertaruh nyawa melintasi Jembatan Caringin yang kondisinya kini hanya berupa susunan bambu dan kayu reyot.

Jembatan sepanjang 80 meter yang menghubungkan Desa Caringin dan Desa Bencoy ini rusak berat akibat guncangan gempa tahun 2018 silam. Namun hingga Mei 2026, jembatan vital tersebut tak kunjung mendapatkan perbaikan permanen.

Konstruksi jembatan sangat tidak stabil. Jembatan akan bergoyang hebat setiap kali dilintasi, yang tentu sangat membahayakan para pejalan kaki maupun pengendara roda dua.

Ketakutan warga bertambah saat musim hujan tiba. Debit air Sungai Cimandiri kerap meningkat dan menghanyutkan jembatan bambu tersebut hingga putus total. Jika sudah begitu, akses warga lumpuh.

"Kalau lewat sini harus ekstra hati-hati, apalagi kalau bawa barang," kata Jajang, salah seorang warga yang melintas, Minggu (3/5/2026).

Apabila jembatan terputus, warga terpaksa memutar jalan sejauh 6 kilometer. Padahal, jika kondisi jembatan normal, akses antarwilayah ini hanya memerlukan waktu hitungan menit saja.


Respons Pemerintah dan Kendala Anggaran

Menanggapi kondisi ini, Camat Cireunghas, Lan Maulana Yusuf, mengakui bahwa jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi masyarakat di dua kecamatan, terutama bagi para pelajar dan pelaku ekonomi.

"Kami terus melakukan survei dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Saat ini, proses pelaporan masih berjalan untuk mengonfirmasi hal-hal teknis yang berisiko membahayakan warga," jelas Lan Maulana.

Ia juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Sukabumi.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengklaim telah memasukkan usulan perbaikan jembatan ini ke dalam agenda prioritas infrastruktur wilayah perbatasan.

Meski begitu, proses perbaikan disebut sempat terkendala administrasi dan skala prioritas anggaran pasca-gempa beberapa tahun lalu.

Kini, warga hanya bisa berharap janji survei dan koordinasi tersebut segera berujung pada langkah konkret. Bagi mereka, membiarkan kondisi ini berlarut-larut sama saja dengan membiarkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa masyarakat setiap harinya.

Oleh : Suryana

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "