Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

AS Dilanda Kubah Panas, 230 Juta Warga Terancam Bahaya

Selasa, 30 Juni 2026 | 8:11:00 PM WIB Last Updated 2026-06-30T12:11:46Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, WASHINGTON DC -   Gelombang panas berkepanjangan diperkirakan melanda sebagian besar wilayah tengah hingga timur Amerika Serikat pada pekan ini. Badan Layanan Cuaca Nasional (National Weather Service/NWS) menyebut kondisi tersebut berpotensi memecahkan sejumlah rekor suhu tertinggi.

Pusat Prediksi Cuaca Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) menyatakan beberapa wilayah berpeluang mencatat suhu tertinggi sepanjang masa pada akhir pekan ini, dikutip dari laman USA Today, Selasa (30/6/2026).

Sekitar 90 juta warga Amerika saat ini berada di wilayah yang berstatus peringatan panas ekstrem atau siaga panas ekstrem. Selain itu, puluhan juta penduduk lainnya berada di bawah peringatan panas dengan tingkat yang lebih rendah.

Weather.com memperkirakan sedikitnya 230 juta orang, atau sekitar dua pertiga populasi Amerika Serikat, berpotensi terpapar panas ekstrem yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan saat gelombang panas mencapai puncaknya pada akhir pekan.

Ahli meteorologi AccuWeather, Alex Sosnowski, mengatakan fenomena kubah panas diperkirakan akan terbentuk, menguat, dan meluas di sebagian besar wilayah tengah Amerika Serikat hingga akhir pekan Hari Kemerdekaan.



"Bahkan akan meluas ke sebagian wilayah timur selama beberapa hari. Pada puncaknya, kondisi berbahaya akan memengaruhi lebih dari dua lusin negara bagian," katanya.

Badan prakiraan cuaca memperkirakan suhu maksimum akan berada pada kisaran 90 hingga lebih dari 100 derajat Fahrenheit. Dipadukan dengan kelembapan tinggi, kondisi tersebut diperkirakan menghasilkan indeks panas hingga 46,1 derajat Celcius.

 Sementara itu, suhu pada malam hari diperkirakan hanya turun hingga kisaran 21 derajat Celcius sehingga tidak memberikan pendinginan yang berarti.

Fenomena cuaca ini dipicu oleh terbentuknya kubah panas atau heat dome, yakni sistem tekanan tinggi yang memerangkap udara panas di suatu wilayah dalam waktu lama.

Menurut Weather.com, kubah panas merupakan tonjolan besar udara hangat yang turun dan dapat membentang hingga sekitar 1.000 mil pada musim panas. Fenomena ini mampu mendorong suhu hingga sekitar 30 derajat di atas normal serta menciptakan kondisi kering yang sering memicu gelombang panas mematikan selama beberapa hari.

Sementara itu, Climatecheck.com menjelaskan kubah panas adalah sistem atmosfer bertekanan tinggi yang mendorong udara hangat ke permukaan Bumi dan memerangkapnya dalam jangka waktu yang lama.

"Kubah tersebut memerangkap udara bertekanan tinggi di satu tempat, seperti tutup panci," demikian penjelasan Climatecheck.com.

Laporan : Nasir

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "