Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

Kemhan Ganti Latsarmil Koperasi Merah Putih Jadi Pembekalan Bela Negara

Senin, 29 Juni 2026 | 10:08:00 PM WIB Last Updated 2026-06-29T14:08:04Z


MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA -  Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah skema pelatihan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program yang sebelumnya menggunakan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) kini diganti menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Menurut Rico, materi yang bersifat taktis dan teknis militer turut dikurangi. Kegiatan menembak juga tidak lagi menjadi bagian dari pelatihan.

Sebagai gantinya, pelatihan difokuskan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.

Perubahan itu dilakukan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi penyelenggaraan pelatihan menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti program tersebut.

Dengan perubahan tersebut, Kemhan berharap peserta tetap memperoleh nilai kedisiplinan dan kepemimpinan tanpa mengurangi aspek keselamatan selama pelatihan.



Arahan Menhan

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap program Latsarmil.

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Ketut saat jumpa pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ketut, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi fisik peserta. Selanjutnya, satuan TNI yang menjadi pelatih harus menyesuaikan porsi latihan fisik dengan kondisi masing-masing peserta.

Kemhan juga meminta penanganan medis terhadap peserta yang sakit dilakukan secara cepat dan maksimal.

Selain aspek kesehatan, evaluasi juga dilakukan terhadap materi pembelajaran agar lebih adaptif, edukatif, serta memperhatikan kondisi psikologis peserta.

"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," kata Ketut.

Laporan : Mirna

Editor : Andi

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "