MEDIAINDONESIA.ASIA, YOGYAKARTA - Ketika berbicara tentang oleh-oleh khas Yogyakarta, sebagian besar orang mungkin langsung teringat bakpia, geplak, atau yangko. Namun di tangan Ester Niken Haryanti Murwani, batik yang selama ini identik dengan kain dan busana justru hadir dalam bentuk brownies, cookies, hingga aneka produk camilan yang dapat dibawa pulang sebagai buah tangan.
Melalui usaha Jenk'Nik Brownies Batik Cake & Cookies di bawah nama Mamikoe, Ester mencoba menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta melalui identitas budaya di produk kue dan camilan manis.
Diceritakan Niken saat ditemui Liputan6, Rabu petang (24/6) lalu, perjalanan usaha rumahannya ini telah melalui banyak proses panjang. Akhirnya, setelah melalui berbagai jatuh bangun, dirinya lantas menemukan cara untuk menggabungkan produk kuenya dengan kearifan lokal tepat di pertengahan 2019 lalu.
"Saya ingin ketika orang datang ke Jogja, mereka punya pilihan oleh-oleh lain yang tetap identik sama Jogja. Batik itu sangat dekat dengan Jogja, dan saya mencoba tampilkan di atasnya brownies dan roll cake," ujar Niken.
Sebelum dikenal sebagai pelaku UMKM kuliner, Niken menghabiskan bertahun-tahun bekerja di perusahaan farmasi multinasional. Kariernya terbilang bagus, hingga akhirnya terjadi perampingan karyawan akibat efisiensi di perusahaan tempatnya bekerja.
Di saat yang hampir bersamaan, dirinya juga harus mendampingi sang ayah yang sedang sakit. Kondisi ini membuatnya memutuskan kembali ke Yogyakarta dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
Perubahan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Di tengah aktivitas merawat orang tua, Ester mulai mencari kegiatan yang produktif dan dapat dikerjakan dari rumah. Dari situlah ketertarikannya pada dunia kuliner ia kembangkan sampai sekarang.
" Waktu masih bekerja sebagai marketing di sana itu, kan kalau Sabtu piket saya tidak keluar lapangan ya, jadi di ruangan saja. Di samping itu, saya kan memang suka kuliner juga, saya ketika itu coba buat pastel sendiri terus saya bawa sebagai tester ke teman-teman itu. Nah, ternyata responsnya positif, sampai saya coba jual lah itu,” kata perempuan 53 tahun itu.
Laporan : Wati
Editor : Andi
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





