MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Indonesia dan Malaysia sepakat mempercepat penyelesaian berbagai isu perbatasan darat dan maritim yang selama ini menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan bilateral kedua negara.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation/JCBC) ke-17 yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6/2026), antara Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan.
Mohamad Hasan mengatakan sejumlah persoalan perbatasan yang telah dibahas selama bertahun-tahun kini telah mencapai tahap akhir pembahasan dan berpeluang segera disepakati oleh kedua negara.
"Ada juga isu-isu lama perbatasan darat dan maritim yang saya yakin dan saya lihat di peringkat terakhir persetujuan," kata Mohamad Hasan dalam konferensi pers usai pertemuan.
Menurut dia, hasil pembahasan tersebut selanjutnya akan dibawa kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim untuk dibahas dalam pertemuan tahunan (annual consultation) kedua pemimpin yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun ini saat Malaysia menjadi tuan rumah.
Mohamad Hasan menegaskan hubungan Indonesia dan Malaysia secara umum berada dalam kondisi yang sangat baik. Ia menggambarkan hubungan kedua negara telah mencapai "98 persen baik", sementara sisanya merupakan sejumlah persoalan yang masih perlu diselesaikan bersama.
"Hubungan akrab dan baik antara kedua buah negara Malaysia dan Republik Indonesia saya anggap sudah 98 persen baik. Dua persen itu adalah isu-isu simpul yang perlu kita leraikan dengan cara yang terbaik," ujarnya.
Selain isu perbatasan, kedua menteri juga membahas upaya memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, serta konektivitas antarmasyarakat kedua negara.
Mohamad Hasan mengatakan Indonesia dan Malaysia memiliki kepentingan yang sama untuk meningkatkan perdagangan di kawasan ASEAN di tengah ketidakpastian global akibat berbagai konflik internasional, termasuk di Timur Tengah dan Eropa Timur.
Ia menilai peningkatan perdagangan dan investasi antarnegara ASEAN menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat koordinasi dan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Menurut Sugiono, pembahasan dalam JCBC ke-17 mencakup isu ekonomi, stabilitas kawasan, perlindungan warga negara, hingga berbagai agenda bilateral lainnya yang menjadi perhatian bersama.
"Kami sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam rangka meningkatkan kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor," kata Sugiono.
Pertemuan JCBC ke-17 menjadi yang pertama digelar sejak 2018 dan menandai upaya kedua negara untuk mempercepat penyelesaian berbagai agenda bilateral yang tertunda dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan : Manaf
Editor : Lisa





