Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

iklan kosong

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

Listrik Padam Saat OSN SD di Sukabumi, Siswi Ini Nangis Histeris

Kamis, 11 Juni 2026 | 7:30:00 AM WIB Last Updated 2026-06-10T23:30:07Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, SUKABUMI - Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Dasar yang digelar serentak pada Senin, 8 Juni 2026, berujung pilu bagi salah satu siswi berprestasi di Kabupaten Sukabumi. Harapan untuk meraih medali akademik harus gagal total di tengah jalan akibat insiden pemadaman listrik secara mendadak.

Peristiwa menyesakkan ini dialami oleh Nadya Putrinda Paramitha, siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas. Tangis histeris Nadya usai keluar dari ruang ujian terekam dalam sebuah video yang kini viral dan memicu rasa prihatin mendalam dari netizen di media sosial.

Pihak sekolah mengaku sangat kecewa lantaran tidak ada koordinasi atau surat edaran apa pun dari pihak penyedia layanan listrik mengenai adanya pemadaman di wilayah tersebut.

"Tidak ada pemberitahuan kepada pihak sekolah bahwa akan ada pemadaman," ungkap Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, Rabu (10/6/2026).

Isop menjelaskan, gangguan teknis tersebut mulai terjadi saat ujian memasuki sesi ketiga untuk mata pelajaran IPS.

Di tengah ketatnya persaingan, layar komputer para peserta mendadak membeku dan tidak merespons.

"Awalnya ada murid bilang ngefreeze (terhenti), kemudian sempat logout sendiri lalu login kembali," kata Isop menceritakan kronologi awal.

Suasana ruang ujian yang semula tenang langsung berubah tegang saat seluruh perangkat komputer dan lampu di sekolah mati total.

Pihak sekolah pun sempat berupaya menahan para siswa di dalam ruangan sembari berharap listrik kembali menyala.

"Kami tunggu sampai sesinya habis tapi tidak ada nyala kembali," tutur Isop dengan nada kecewa.

Meskipun panitia sekolah sudah memberikan kompensasi kelonggaran waktu hingga melewati pukul 14.00 WIB, pasokan daya listrik tetap tidak kunjung pulih, sehingga ujian terpaksa diakhiri secara sepihak.



Kegagalan sistemis ini menjadi pukulan berat bagi mental Nadya. Gadis kecil ini telah mengorbankan waktu bermainnya demi menjalani pembinaan intensif yang sangat menguras energi.

"Apalagi sudah disiapkan dari berbulan-bulan, jadi saya juga agak panik sebenarnya," tutur Nadya.

Kekecewaan Nadya

Padahal saat gangguan terjadi, Nadya sedang di atas angin karena berhasil menjawab sekitar 40 soal dari total 60 soal yang diujikan dengan lancar. Ketenangannya hancur ketika menyadari waktu ujian terus berjalan di saat komputer mati.

"Pas denger waktu yang tersisa untuk mengerjakan soal tinggal 15 menit lagi tuh saya agak gelisah," ucap Nadya mengingat kepanikannya saat itu.

Ketika waktu pengerjaan resmi habis dan kondisi sekolah masih gelap gulita, Nadya akhirnya pulang ke rumah dengan air mata yang terus mengalir.

Walau hatinya hancur, siswi SD ini mencoba tegar dan berharap ada keadilan atau ujian susulan bagi dirinya dan dua rekan lainnya yang ikut terdampak.

"Maunya mah saya OSN diulang. Tapi ya gimana lagi, kalau enggak bisa ya sudah saya ikhlaskan saja," ungkapnya.

Laporan : Suryana

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "