Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

Viral Pria Aniaya Anak di JPO Margonda Depok, Kasus Berakhir Damai

Rabu, 08 Juli 2026 | 3:40:00 PM WIB Last Updated 2026-07-08T07:40:00Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, DEPOK - Viral video memperlihatkan penganiayaan terhadap anak di jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Margonda, Kota Depok. Seorang pria yang memiliki keterbatasan fisik dan menggunakan tongkat, tampak melakukan penganiayaan terhadap anak.

Akibat penganiayaan tersebut, korban sempat menangis dan mengundang perhatian para pengguna JPO. Melihat kejadian tersebut, para pengguna JPO membantu korban dan meminta pria tersebut berhenti melakukan penganiayaan.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengatakan, polisi telah melakukan penanganan dugaan penganiayaan tersebut. Pelaku telah ditangkap.

“Kita sudah amankan pelaku tadi pagi,” ujar Oka, Selasa (7/7/2026).

Oka menjelaskan, polisi turut memanggil orang tua korban untuk dimintai keterangan. Namun antara orang tua korban dan pelaku saling kenal, sehingga kasus ini berakhir dengan kesepakatan damai.

“Korban sudah membuat pernyataan untuk melakukan perdamaian, pernyataannya lengkap, kita juga sudah ambil testimoni dari keduanya,” jelas Oka.



Berdasarkan pemeriksaan Polres Metro Depok, pria yang melakukan penganiayaan terhadap anak, bukan orang tua kandung korban. “Kebetulan juga ibu korban memang kenal dengan pelaku yang melakukan penganiayaan,” terang Oka.

Saat disinggung terkait adanya dugaan eksploitasi anak untuk menjadi pengemis, Polres Metro Depok tidak menemukan adanya fakta tersebut. Hal itu dikuatkan dengan pernyataan ibu kandung korban.

“Untuk masalah itu, kita sudah menanyakan dan sudah mendalami bahwa ibu korban memang tidak melakukan hal yang disampaikan (mengemis),” ucap Oka.

Oka mengungkapkan, pada saat kejadian korban bersama ibunya sedang berada di lokasi sekitar JPO Margonda. Namun dikarenakan terjadi sesuatu hal, pelaku kesal dan meluapkan emosinya sehingga terjadi dugaan penganiayaan.

“Kita sudah dalami, sudah kita tanyakan bahwa memang kebetulan di sana ada di tempat kejadian perkara, karena kesal saja (pemicu kemarahan),” pungkas Oka.

Laporan : Suryana

Editor : Andi

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "