Kisah Warga Filipina Resmi Jadi WNI di Bitung Usai Menunggu 13 Tahun



MEDIAINDONESIA.ASIA, SULUT - Mata Reymundo Libadiso Reguya, 34 tahun, berkaca-kaca saat menerima kepastian status kewarganegaraannya. Warga asal Kota Davao, Filipina, itu akhirnya resmi diakui sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menunggu selama 13 tahun.

Baca Juga :  

Reymundo menjadi satu dari 133 warga keturunan Filipina di Kota Bitung, Sulawesi Utara, yang menerima Surat Keputusan (SK) Penegasan Status Kewarganegaraan Republik Indonesia pada Minggu (1/11/2026).
"Puji Tuhan saya sudah memiliki kesempatan menjadi Warga Negara Indonesia. Saya sangat senang karena selama ini sudah 13 tahun menunggu ini, akhirnya keluar status sebagai Warga Negara Indonesia," ujar Reymundo.
Dia mengaku proses pengurusan dokumen kewarganegaraan tidak selalu berjalan mudah. Ada sejumlah kendala dan tahapan yang harus dilalui. Namun, dengan bantuan berbagai pihak dan kesediaannya mengikuti proses verifikasi, penantian panjang itu akhirnya terbayar.




Selama tinggal di Bitung, Reymundo telah membangun keluarga bersama istri yang merupakan warga Indonesia. Mereka juga telah dikaruniai anak dan menetap di kota tersebut.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Reymundo memilih Indonesia sebagai tempat tinggal dan tidak ingin kembali ke kampung halamannya di Davao.
"Saya sangat senang karena saya punya anak, istri, di sini. Sudah tidak mau pulang kampung (Davao), karena saya sudah tinggal di sini," tuturnya.


Selama 13 tahun, Reymundo mengaku mengikuti seluruh proses dan tahapan verifikasi yang diwajibkan untuk memperoleh penegasan status kewarganegaraan. Kini, dia bekerja di sebuah pabrik roti di Bitung.
"Saya selalu ikut verifikasi sampai sekarang, dan sampai sekarang akhirnya keluar, hak keluar dan saya sangat senang," ujar Reymundo.
Ketika ditanya alasan memilih Indonesia, dia kembali menyebut keluarganya yang telah menetap di Bitung. Selain itu, dia mengaku telah mencintai Indonesia dan ingin menghabiskan hidupnya di negara ini.
"Ya, saya cinta Indonesia. Saya sudah putuskan, saya mau tinggal di sini," katanya.

Laporan : Dio

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini 

 
 
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال