Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Melawan Beton Kota Depok, Pakde Bowo Menanam Harapan di Lahan Tidur

Senin, 08 Desember 2025 | 12:00:00 PM WIB Last Updated 2025-12-08T04:00:00Z

 

Depok, MEDIAINDONESIA.asia - Di tengah hiruk-pikuk Kota Depok yang kian padat dengan gedung-gedung tinggi, asap kendaraan, dan laju urbanisasi yang tak terbendung, ada sepetak lahan hijau yang tumbuh seperti oase. Di sepanjang Jalan Raya Juanda, tanaman cabai berbaris rapi, dipadu sayuran produktif yang seolah teguh melawan dominasi beton.

Dari balik rimbun cabai itu, muncullah sosok Bowo Sungkowo Pujodimono, pria kelahiran 1963 yang akrab disapa Pakde Bowo. Dengan tangan kasarnya yang sudah akrab dengan tanah, ia menata kembali lahan yang dulu dibiarkan tidur, kumuh, dan dipenuhi semak belukar.

"Saya tinggal kebetulan di Margonda. Waktu itu saya melihat kumuhnya Jalan Raya Juanda, dari rel kereta api sampai Jalan Raya Bogor,” kenang Pakde Bowo saat ditemui Jumat (5/12/2025). Di benaknya, ia masih jelas mengingat bagaimana kawasan itu dulu rawan begal karena sepi tak terurus.

Lahan yang semula terbengkalai sepanjang pipa gas Pertamina, kini berubah menjadi ruang hijau produktif berkat dorongan tekad sesederhana “lingkungan harus diperbaiki.”

"Ya Alhamdulillah, dengan niat karena lagi-lagi untuk lingkungan, ya bisa berjalan seperti ini,” ujarnya sambil menatap deretan tanaman yang tumbuh subur.

Pada 2015, Pakde Bowo memberanikan diri menghadap Pertamina dan Kementerian PUPR untuk meminta izin mengelola jalur pipa gas dan lahan kosong sebagai area penghijauan. Gayung bersambut, izin pun diberikan.

“Akhirnya di lahan Pertamina kami jadikan tempat para pedagang tanaman hias, sebagai awal langkah penghijauan di Jalan Raya Juanda,” tuturnya.

Kini, hampir 40 persen pedagang tanaman hias di Kota Depok berjualan di sepanjang jalur itu, menata ruang hidup tanpa mengganggu jalan maupun pipa gas. Area yang dulu sepi dan rawan kriminal kini menjadi tempat mencari nafkah sekaligus ruang hijau kota.

“Mereka berjualan tidak melanggar marka jalan, tidak mengganggu jalur pipa gas,” tegasnya.

Urban Farming di Tengah Deru Kendaraan

ak berhenti pada tanaman hias, Pakde Bowo mengumpulkan warga sekitar membentuk kelompok tani beranggotakan 25 orang. Mereka memanfaatkan lahan tidur dekat Tol Cijago seluas 1,5 hektare untuk menanam cabai dan sayuran produktif.

“Kami memaksimalkan urban farming ini bekerja sama dengan Kodim 0508 Depok dalam rangka ketahanan pangan,” jelasnya.

Di bawah terik matahari dan bising lalu lintas Juanda, mereka terus menanam. Hasilnya bukan kecil, panen bawang merah pertama mencapai lima ton, disaksikan langsung Korem 051/Wijayakarta.

“Pertama kita tanam bawang merah. Mas Agus Harimurti Yudhoyono waktu masih menjabat Menteri ATR ikut menanam perdana,” kenang Pakde Bowo bangga.

Laporan : Andi

Editor : Lisa

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update