Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Kebiasaan Masyarakat: Kegiatan Ibu-ibu di pesisir Pantai Perempuan Pesisir Muaranibung: Pilar Tangguh Ekonomi Keluarga dan Pendidikan Karakter

Senin, 12 Januari 2026 | 7:56:00 PM WIB Last Updated 2026-01-12T11:56:56Z

 

Oleh Hasti Daini

Kehidupan masyarakat pesisir di Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya di wilayah Muaranibung, Kecamatan Pandan, memiliki dinamika sosial dan ekonomi yang khas. Mata pencaharian utama masyarakat memang bertumpu pada sektor kelautan dan perikanan, terutama aktivitas melaut yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Namun, di balik aktivitas tersebut, terdapat peran besar kaum perempuan pesisir yang menjadi penopang utama keberlangsungan ekonomi keluarga.

Salah satu kebiasaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Muaranibung adalah aktivitas yang dikenal dengan istilah “mamilih lauk”, yaitu kegiatan memilah, membersihkan, dan mengolah hasil tangkapan laut. Kegiatan ini dilakukan oleh para ibu rumah tangga secara rutin, baik untuk kebutuhan konsumsi keluarga maupun untuk dijual kembali. Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain menjemur ikan asin, mengolah ikan menjadi terasi, ikan kering, serta menjual hasil laut segar di pasar-pasar tradisional sekitar Kecamatan Pandan.

Secara sosiologis, aktivitas mamilih lauk mencerminkan etos kerja dan kemandirian perempuan pesisir. Di tengah keterbatasan ekonomi dan ketidakpastian hasil laut akibat cuaca, para ibu tetap berupaya mencari solusi agar kebutuhan keluarga terpenuhi. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga. Peran ini menjadi sangat penting, terutama saat musim ombak besar ketika para nelayan tidak dapat melaut.



Dari sudut pandang pendidikan, khususnya dalam konteks Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), kebiasaan para ibu pesisir ini berperan sebagai sarana pendidikan karakter yang nyata bagi anak-anak. Anak-anak secara langsung menyaksikan nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, kemandirian, dan ketekunan dalam kehidupan sehari-hari. Ibu menjadi teladan utama yang mengajarkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui usaha dan ketekunan yang berkelanjutan.

Selain kegiatan tradisional, perempuan pesisir Muaranibung juga mulai terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan yang difasilitasi oleh pemerintah. Salah satunya adalah pelatihan pembuatan produk olahan ikan berupa fish stick dan mi ikan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 25 dan 27 September 2024 di Pandan. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik pengolahan ikan yang higienis, pemilihan bahan baku yang berkualitas, serta cara pengemasan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas partisipasi peserta, kegiatan ini juga diakhiri dengan penerimaan sertifikat pelatihan. Sertifikat tersebut tidak hanya menjadi bukti keikutsertaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi para ibu untuk terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Kegiatan pelatihan semacam ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir, khususnya dalam pengembangan usaha mikro berbasis hasil laut.

Kegiatan lain yang serupa juga sering diikuti oleh masyarakat pesisir, seperti pelatihan pengolahan hasil perikanan, penyuluhan keamanan pangan, serta pembinaan usaha kecil. Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri perempuan pesisir dalam mengelola usaha rumahan.

Meskipun demikian, tantangan masih tetap ada. Dukungan berkelanjutan dalam bentuk pendampingan, akses permodalan, serta pemasaran produk masih sangat dibutuhkan. Dengan dukungan yang tepat, potensi ekonomi perempuan pesisir Muaranibung dapat berkembang lebih optimal dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, kebiasaan mamilih lauk dan keterlibatan perempuan pesisir dalam berbagai kegiatan pelatihan bukan sekadar aktivitas sampingan, melainkan pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan pembentukan karakter generasi muda. Memberdayakan perempuan pesisir berarti berinvestasi pada masa depan masyarakat bahari Tapanuli Tengah secara berkelanjutan.

Kreator :  HASTI DAINI

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update