Kehidupan masyarakat pesisir di Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya di
wilayah Muaranibung, Kecamatan Pandan, memiliki dinamika sosial dan ekonomi
yang khas. Mata pencaharian utama masyarakat memang bertumpu pada sektor
kelautan dan perikanan, terutama aktivitas melaut yang dilakukan oleh kaum
laki-laki. Namun, di balik aktivitas tersebut, terdapat peran besar kaum
perempuan pesisir yang menjadi penopang utama keberlangsungan ekonomi keluarga.
Salah satu kebiasaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat
Muaranibung adalah aktivitas yang dikenal dengan istilah “mamilih lauk”, yaitu
kegiatan memilah, membersihkan, dan mengolah hasil tangkapan laut. Kegiatan ini
dilakukan oleh para ibu rumah tangga secara rutin, baik untuk kebutuhan
konsumsi keluarga maupun untuk dijual kembali. Bentuk kegiatan yang dilakukan
antara lain menjemur ikan asin, mengolah ikan menjadi terasi, ikan kering, serta
menjual hasil laut segar di pasar-pasar tradisional sekitar Kecamatan Pandan.
Secara sosiologis, aktivitas mamilih lauk mencerminkan etos kerja dan
kemandirian perempuan pesisir. Di tengah keterbatasan ekonomi dan
ketidakpastian hasil laut akibat cuaca, para ibu tetap berupaya mencari solusi
agar kebutuhan keluarga terpenuhi. Mereka tidak hanya berperan sebagai
pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga. Peran
ini menjadi sangat penting, terutama saat musim ombak besar ketika para nelayan
tidak dapat melaut.
Dari sudut pandang pendidikan, khususnya dalam konteks Pendidikan Guru
Sekolah Dasar (PGSD), kebiasaan para ibu pesisir ini berperan sebagai sarana
pendidikan karakter yang nyata bagi anak-anak. Anak-anak secara langsung menyaksikan
nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, kemandirian, dan ketekunan dalam
kehidupan sehari-hari. Ibu menjadi teladan utama yang mengajarkan bahwa
keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui usaha dan ketekunan
yang berkelanjutan.
Selain kegiatan tradisional, perempuan pesisir Muaranibung juga mulai
terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan yang difasilitasi oleh
pemerintah. Salah satunya adalah pelatihan pembuatan produk olahan ikan berupa
fish stick dan mi ikan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 25 dan 27 September 2024 di Pandan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik
pengolahan ikan yang higienis, pemilihan bahan baku yang berkualitas, serta
cara pengemasan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas partisipasi peserta, kegiatan
ini juga diakhiri dengan penerimaan sertifikat pelatihan. Sertifikat tersebut
tidak hanya menjadi bukti keikutsertaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi para
ibu untuk terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Kegiatan
pelatihan semacam ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya
manusia di wilayah pesisir, khususnya dalam pengembangan usaha mikro berbasis
hasil laut.
Kegiatan lain yang serupa juga sering diikuti oleh masyarakat pesisir,
seperti pelatihan pengolahan hasil perikanan, penyuluhan keamanan pangan, serta
pembinaan usaha kecil. Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan dampak positif
dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri perempuan
pesisir dalam mengelola usaha rumahan.
Meskipun demikian, tantangan masih tetap ada. Dukungan berkelanjutan
dalam bentuk pendampingan, akses permodalan, serta pemasaran produk masih
sangat dibutuhkan. Dengan dukungan yang tepat, potensi ekonomi perempuan
pesisir Muaranibung dapat berkembang lebih optimal dan berdaya saing di pasar
yang lebih luas.
Dengan demikian, kebiasaan mamilih lauk dan keterlibatan perempuan
pesisir dalam berbagai kegiatan pelatihan bukan sekadar aktivitas sampingan,
melainkan pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan
pembentukan karakter generasi muda. Memberdayakan perempuan pesisir berarti
berinvestasi pada masa depan masyarakat bahari Tapanuli Tengah secara
berkelanjutan.
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

.png)