Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Kisah Kamijo Seorang Sosok Mulia yang Iklas Tempuh Perjalanan 10 Jam demi Mengajar Di Daerah Terpencil Kotabaru

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:25:00 AM WIB Last Updated 2026-01-14T02:45:15Z

Kamijo Sosok Guru Inspiratif sedang lakukan Proses belajar mengajar



MEDIAINDONESIA.asia, KALSEL - Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Kamijo (57) tetap semangat mengajar di SMAN 1 Sampanahan Lokasi II, di Desa Gunung Batu Besar, Kecamatan Sampanahan, Kotabaru

Bahkan di tengah keterbatasan fasilitas di daerah terpencil, Kamijo tidak patah arang. Menjelang masa pensiun, dia bahkan masih punya cita-cita mulia, yakni ingin membangun sekolah baru di wilayah tersebut. 

SMAN 1 Sampanahan Lokasi II merupakan salah satu sekolah daerah terpencil.  Perlu waktu 1 jam perjalanan jika ke lokasi induk yakni SMAN 1 Sampanahan di Desa Sampanahan, dan ratusan kilometer dari Ibu Kota Kotabaru.


Entah itu melalui jalur darat maupun laut, untuk menyambanginya pasti menguras tenaga, waktu dan biaya.

Kondisi inilah yang turut mewarnai perjuangan Kamijo mengabdikan diri mengajar selama 16 tahun terakhir di SMA yang berada di Teluk Pamukan itu. 

Ayah tiga anak ini, kali pertama mengajar pada tahun 2009, saat SMAN 1 Sampanahan Lokasi  II masih di bawah naungan yayasan.

Tahun pertama mengajar, Kamijo sempat menerima honor Rp 5.000 per jam pelajaran, sebelum penggajian naik menjadi Insentif Daerah Pemkab Kotabaru di tahun kedua.

Lima tahun berlanjut, statusnya berubah menjadi honorer Pemprov Kalsel, seiring peralihan sekolah yang jadi bagian SMAN 1 Sampanahan, dengan posisi dan fasilitas yang tidak jauh berbeda, yakni menggunakan bangunan eks transit warga transmigrasi. 


"Saya baru mulai jadi PPPK 2021, dan saat ini sisa tiga tahun lagi sebelum pensiun," ujar Kamijo,

Sepanjang 16 tahun mengabdi, banyak hal yang dialaminya. Mulai dari keluhan akses jalan menuju sekolah yang sulit hingga fasilitas mengajar yang masih jauh dari kata layak. ujar nya kepada Media Indonesia Asia.

Namun dirinya tetap bertahan karena dikuatkan dengan wajah-wajah polos anak didik yang menurutnya berhak dicerdaskan.


"Kalau 2009, dari rumah saya di Serongga ke Gunung Batu Besar ini bisa 10 jam perjalanan naik sepeda motor. Sekarang paling 2,5 jam sampai 3 jam. Sudah lumayan lebih baik," ucap guru Ekonomi ini.

Jalan berlubang, mengitari kebun sawit, menerobos banjir, hingga kerusakan sepeda motor kerap ia alami saat menuju Desa Gunung Batu Besar. 


Kamijo biasanya pulang sekali dalam sepekan, usai mengajar. Sementara saat hari kerja, ia menginap di rumah sewaan yang berjarak sekitar 2 km dari sekolah.

Di tengah keterbatasan fasilitas peraga atau media pembelajaran, Kamijo juga tetap berusaha kreatif dalam mendampingi para siswa.

Seperti mata pelajaran Ekonomi yang ampunya, kadang ia mengajak murid langsung ke pasar terdekat untuk melihat bagaimana perekonomian di sekitar bergerak.

Lama mengabdi di wilayah itu, sosok Kamijo pun sangat dikenal dan dihormati warga setempat yang sebagian besar pernah menjadi siswanya. 

Kini jelang akhir masa pengabdian masih ada satu harapan yang diperjuangkan Kamijo, yakni mewujudkan berdirinya SMA baru di Gunung Batu Besar.


Saat ini, lahan hibah seluas 2,5 hektare telah didapat tak jauh dari lokasi yang ada, tinggal mengupayakan pembangunan melalui pihak kedua atau ketiga.

"Masa kerja tinggal tiga tahun, saya ingin pensiun di sini dan pembangunan sekolah itu bisa terwujud," ucap Kamijo dengan penuh harap sambil menunjukkan rancangan pembangunan sekolah yang dibuatnya di laptop.

Terkait momentun HGN 2025, begini pesannya, "Buat semua guru, dimana pun berada, tetap semangat mencerdaskan anak bangsa".


Profil Guru Kamijo

·         Nama: Kamijo SE

·         TTL: Bantul 24 Oktober 1968

·         Alamat: Desa Telaga Sari, RT 004, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru. 

·         Jabatan: Guru sekaligus pengelola sekolah Lembaga: SMAN 1 Sampanahan Lokasi II

L


Laporan : Redaksi
Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update