![]() |
Kamijo Sosok Guru Inspiratif sedang lakukan Proses belajar mengajar |
MEDIAINDONESIA.asia, KALSEL - Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Kamijo (57) tetap semangat mengajar di SMAN 1 Sampanahan Lokasi II, di Desa Gunung Batu Besar, Kecamatan Sampanahan, Kotabaru.
Bahkan di tengah keterbatasan fasilitas di daerah terpencil,
Kamijo tidak patah arang. Menjelang masa pensiun, dia bahkan masih punya
cita-cita mulia, yakni ingin membangun sekolah baru di wilayah tersebut.
SMAN 1 Sampanahan Lokasi II merupakan salah satu sekolah daerah terpencil. Perlu waktu 1 jam perjalanan jika ke lokasi induk yakni SMAN 1 Sampanahan di Desa Sampanahan, dan ratusan kilometer dari Ibu Kota Kotabaru.
Entah itu melalui jalur darat maupun laut, untuk menyambanginya pasti menguras
tenaga, waktu dan biaya.
Kondisi inilah yang turut mewarnai perjuangan Kamijo mengabdikan
diri mengajar selama 16 tahun terakhir di SMA yang berada di Teluk Pamukan
itu.
Ayah tiga anak ini, kali pertama mengajar pada tahun 2009, saat SMAN 1 Sampanahan Lokasi II masih di bawah naungan yayasan.
Tahun pertama mengajar, Kamijo sempat menerima honor Rp 5.000 per jam
pelajaran, sebelum penggajian naik menjadi Insentif Daerah Pemkab Kotabaru di
tahun kedua.
Lima tahun berlanjut, statusnya berubah menjadi honorer Pemprov
Kalsel, seiring peralihan sekolah yang jadi bagian SMAN 1 Sampanahan, dengan
posisi dan fasilitas yang tidak jauh berbeda, yakni menggunakan bangunan eks
transit warga transmigrasi.
"Saya baru mulai jadi PPPK 2021, dan saat ini sisa tiga tahun lagi sebelum
pensiun," ujar Kamijo,
Sepanjang 16 tahun mengabdi, banyak hal yang dialaminya. Mulai
dari keluhan akses jalan menuju sekolah yang sulit hingga fasilitas mengajar
yang masih jauh dari kata layak. ujar nya kepada Media Indonesia Asia.
Namun dirinya tetap bertahan karena dikuatkan dengan wajah-wajah
polos anak didik yang menurutnya berhak dicerdaskan.
"Kalau 2009, dari rumah saya di Serongga ke Gunung Batu
Besar ini bisa 10 jam perjalanan naik sepeda motor. Sekarang paling 2,5 jam
sampai 3 jam. Sudah lumayan lebih baik," ucap guru Ekonomi ini.
Jalan berlubang, mengitari kebun sawit, menerobos banjir, hingga
kerusakan sepeda motor kerap ia alami saat menuju Desa Gunung Batu Besar.
Kamijo biasanya pulang sekali dalam sepekan, usai mengajar.
Sementara saat hari kerja, ia menginap di rumah sewaan yang berjarak sekitar 2
km dari sekolah.
Di tengah keterbatasan fasilitas peraga atau media pembelajaran, Kamijo juga tetap berusaha kreatif dalam mendampingi para siswa.
Seperti mata pelajaran Ekonomi yang ampunya, kadang ia mengajak murid langsung ke pasar terdekat untuk melihat bagaimana perekonomian di sekitar bergerak.
Lama mengabdi di wilayah itu, sosok Kamijo pun sangat dikenal
dan dihormati warga setempat yang sebagian besar pernah menjadi siswanya.
Kini jelang akhir masa pengabdian masih ada satu harapan yang diperjuangkan Kamijo, yakni mewujudkan berdirinya SMA baru di Gunung Batu Besar.
Saat ini, lahan hibah seluas 2,5 hektare telah didapat tak jauh dari lokasi
yang ada, tinggal mengupayakan pembangunan melalui pihak kedua atau ketiga.
"Masa kerja tinggal tiga tahun, saya
ingin pensiun di sini dan pembangunan sekolah itu bisa terwujud," ucap
Kamijo dengan penuh harap sambil menunjukkan rancangan pembangunan sekolah yang
dibuatnya di laptop.
Terkait momentun HGN 2025, begini pesannya,
"Buat semua guru, dimana pun berada, tetap semangat mencerdaskan anak
bangsa".
Profil Guru Kamijo
·
Nama: Kamijo SE
·
TTL: Bantul 24 Oktober
1968
·
Alamat: Desa Telaga
Sari, RT 004, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru.
·
Jabatan: Guru
sekaligus pengelola sekolah Lembaga: SMAN 1 Sampanahan Lokasi II
L


