WASHINGTON DC, MEDIAINDONESIA.asia - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memandang tindakan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela hal yang mengkhawatirkan yang dapat menciptakan preseden berbahaya. Hal itu diungkapkan Juru Bicara PBB Stephane Dujarric pada Sabtu, 3 Januari 2026.
"Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh, oleh semua pihak, terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," kata Dujarric melalui pernyataan, dikutip MEDIA INDONESIA ASIA Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, Sekjen PBB sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional tidak dihormati. Disebutkan bahwa pimpinan PBB itu "Sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela", sekaligus memperingatkan "Potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut".
Guterres mendesak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif, "Dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum," demikian menurut pernyataan tersebut.
AS Ambil Alih Pemerintahan
Presiden Donald Trump pada Sabtu (3/1/2026) mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan menjalankan pemerintahan Venezuela untuk jangka waktu yang tidak ditentukan setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
"Kami akan menjalankan negara itu sampai pada saat kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana," kata Trump dalam konferensi pers dari klub Mar-a-Lago miliknya di Florida, seperti dikutip dari laporan CNN. "Kami tidak ingin terlibat dengan memasukkan orang lain, lalu berakhir pada situasi yang sama seperti yang kami alami selama bertahun-tahun sebelumnya. Jadi kami akan menjalankan negara itu."
Trump menambahkan bahwa ia memutuskan AS harus mengambil alih kendali Venezuela untuk memastikan bahwa pemimpin berikutnya benar-benar memiliki kepentingan rakyat Venezuela dalam pikirannya. Namun, ia tidak memberikan jadwal waktu mengenai berapa lama proses transisi kekuasaan tersebut akan berlangsung.
"Kami akan tetap tinggal sampai pada saat transisi yang tepat dapat berlangsung," ujarnya.

