Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Pelayaran ke Taman Nasional Komodo Dibuka, 10 Titik Rawan Masih Ditutup

Jumat, 09 Januari 2026 | 5:21:00 PM WIB Last Updated 2026-01-09T09:21:51Z

MEDIAINDONESIA.asia, NTT Setelah ditutup hampir sepekan, pelayaran menuju Taman Nasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dibuka kembali mulai Jumat (9/1/2026).

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo mengumumkan bahwa proses pembuatan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) telah dibuka sejak Kamis (8/1/2026).

Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto mengatakan, keputusan pembukaan didasarkan pada analisis kondisi cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Labuan Bajo yang menyatakan wilayah tersebut aman untuk dilayari.

"Kondisi cuaca dan laut di rute wisata telah dinyatakan aman. Semua pihak wajib mematuhi peraturan dan standar keselamatan yang telah ditetapkan," ujar Stephanus, Jumat (9/1/2026). Ia menegaskan meskipun pelayaran sudah beroperasi kembali, KSOP menetapkan larangan ketat untuk melewati 10 titik perairan pada malam hari.


Lokasi-lokasi tersebut adalah Perairan Pulau Kelor, Batu Tiga, Selat Molo, Selat Padar, Loh Kima, Pulau Luwu, Keranga, Pulau Mawang, Pulau Siaba, serta Pulau Tatawa Kecil dan Siaba Kecil.

"Area ini berpotensi terjadi angin kencang, pusaran air, dan gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan kapal," ucap Risdiyanto.

Pembukaan pelayaran tidak hanya bertujuan memulihkan aktivitas pariwisata yang terganggu, tetapi juga mendukung pencarian korban insiden tenggelamnya kapal KLM Putri Sakinah yang masih berlangsung.

"Dengan keterlibatan masyarakat dan wisatawan, diharapkan cakupan pencarian dapat diperluas dan korban segera ditemukan," tandas Risdiyanto.

Sebelumnya, Taman Nasional Komodo (TNK) ditutup sementara dari semua aktivitas wisata alam dan pelayaran sejak 29 Desember 2025.

Penutupan ini dilakukan oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dalam Surat Pemberitahuan (Notices to Mariners) No. 05/NTM-XII/2025 dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.

Penutupan total dari aktivitas wisata dan pelayaran ini menindaklanjuti peringatan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca ekstrem ini merupakan dampak tidak langsung Siklon Tropis Hayley.

Siklon ini terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

KSOP juga resmi mencabut pelayaran atau Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal wisata, termasuk speed boat dalam keputusan mereka tersebut.

Kepala BTNK Hendrikus Siga mengatakan penutupan ini berlaku untuk semua destinasi wisata di kawasan TN Komodo seperti Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Pink Beach, dan spot diving lainnya.

BTNK langsung merespons dengan menghentikan semua aktivitas pelayaran wisata alam demi keselamatan bersama.

"Mengacu pada Surat Pemberitahuan dari KSOP tersebut di atas, maka pelayanan wisata alam di destinasi wisata TN Komodo dihentikan sementara sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut," katanya.

Laporan : Wulan

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update