Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Indeks Berita

Dua Remaja di Sanden Bantul Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Bahan Petasan

Senin, 23 Februari 2026 | 1:17:00 PM WIB Last Updated 2026-02-23T05:17:52Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAWA TENGAH - Dua remaja di Padukuhan Unan-unan RT 24, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul mengalami luka bakar serius setelah bahan petasan yang sedang mereka rakit meledak pada Minggu (22/2/2026) pagi.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kejadian berawal sekitar pukul 05.00 WIB, di mana AAN (18) tengah berkumpul bersama empat temannya di rumahnya di wilayah Srigading.


"Korban FZA, usia 19 tahun, datang ke rumah AAN dengan membawa bubuk mercon kurang lebih seberat empat ons serta plastik transparan," ujar Rita.

FZA sempat mengajak teman-temannya untuk merakit petasan, namun hanya AAN yang ikut membantu. Rita menuturkan, keduanya merakit petasan di teras bagian selatan rumah, dengan jarak yang cukup dekat dari kursi tempat empat saksi duduk di sisi timur.

"Dari keterangan para saksi, mereka melihat korban memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik, kemudian ditambahkan batu kecil atau kerikil, lalu diikat menggunakan plester bening," ungkap dia.

Satu buah petasan sempat selesai dibuat dan ditaruh di dekat mereka. Namun, saat sedang merakit yang kedua, tiba-tiba meledak.

"Ledakan terjadi sekitar pukul 05.25 WIB. Suaranya cukup keras hingga menyebabkan plafon atap retak, kaca jendela pecah, dan lantai di sekitar lokasi mengalami kerusakan," kata Rita.

Para saksi yang terkejut mendapati kedua korban sudah dalam kondisi terluka di beberapa bagian tubuh dan mengeluarkan banyak darah.

Tanpa menunggu lama, para saksi langsung membawa keduanya ke RSUD Saras Adyatma Bantul menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan pertolongan medis.

 

 


Korban Masih Dirawat di Rumah Sakit

Berdasarkan informasi dari rumah sakit, korban AAN (18) mengalami luka bakar hingga 82 persen, disertai patah tulang pada salah satu jari tangan kanan serta penurunan fungsi pendengaran. Korban telah dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, korban FZA (19) mengalami luka bakar sekitar 58,5 persen dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Saras Adyatma Bantul. "Untuk korban kedua masih dalam penanganan dan dimungkinkan juga akan dirujuk sesuai perkembangan kondisi medisnya," terang Rita.

Atas kejadian ini, Polres Bantul telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, memeriksa para saksi, mengamankan barang bukti, hingga melaporkan perkembangan peristiwa kepada pimpinan.

Rita juga mengingatkan masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak bermain atau merakit bahan peledak secara mandiri karena sangat berbahaya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuat atau menyimpan bahan mercon secara sembarangan. Risiko ledakan sangat tinggi dan dapat mengakibatkan luka berat bahkan mengancam nyawa," kata dia.

Laporan : Wati

Editor : Riska


Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


----------------------------------------------------------------------------------------------------

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update