MEDIAINDONESIA.asia, JAWA BARAT - Tawuran berdarah pecah di perbatasan Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (1/2/2026). Insiden yang semula dikira serangan acak tersebut, ternyata tawuran terencana.
Kapolsek Cibadak AKP I Djubaedi mengungkapkan telah meringkus empat orang terduga pelaku. Penangkapan ini berlangsung setelah polisi melakukan olah TKP dan menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kasus ini berawal dari pergerakan kelompok Ciambar Street. Pemuda berinisial K memprovokasi rekan-rekannya melalui media sosial dengan alasan butuh bantuan untuk mengambil sepeda motor di daerah Parungkuda. Sekira 13 hingga 15 orang terpancing dan bergerak, Minggu (1/2/2026) dini hari.
Setelah sempat dibubarkan warga di lokasi pertama, kelompok ini justru terlibat bentrok berdarah dengan kelompok lawan saat perjalanan pulang di Jalan Nasional Pamuruyan sekitar pukul 04.00 WIB.
"Ini bisa dibilang tawuran karena mereka sudah janjian melalui pesan singkat di Instagram (IG) dan WhatsApp. Pertemuan itu pecah di lokasi TKP," jelas AKP I Djubaedi dalam keterangan resminya, Selasa (3/2/2026).
Pedang Samurai, Celurit dan Corbek Disita
Meski dalih awalnya adalah urusan kendaraan, polisi menemukan fakta bahwa para pelaku telah membekali diri dengan senjata tajam sejak awal.
Barang bukti yang diamankan meliputi satu bilah pedang samurai, dua bilah celurit, dan satu bilah corbek.
Akibat peristiwa ini, lima orang terluka, dengan empat di antaranya memerlukan perawatan intensif di RSUD Sekarwangi.
“Masalahnya tidak jelas. Hanya ego antar-komunitas yang janjian bertemu, namun posisi pertemuannya mungkin tidak sesuai dengan yang disepakati di media sosial," terang dia.
Polisi menegaskan bahwa identitas pelaku lainnya yang masih buron sudah dikantongi, dan pengejaran terus dilakukan.
"Saya mengimbau kepada pelaku yang terlibat untuk segera menyerahkan diri ke Polsek Cibadak guna penyelesaian hukum yang lebih baik. Kami tidak akan berhenti mengejar sampai kasus ini tuntas," tegasnya.
Laporan : Suryana
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini




