Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Bentrok Ormas di Sukabumi: 5 Jukir Luka Bacok Akibat Rebutan Lahan Parkir

Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:17:00 AM WIB Last Updated 2026-03-14T03:17:28Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, SUKABUMI - Sekelompok massa yang diduga berasal dari salah satu ormas diduga melakukan penyerangan terhadap sejumlah juru parkir di area minimarket jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Insiden berdarah ini diduga kuat dipicu oleh sengketa perebutan pengelolaan lahan parkir.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo angkat bicara soal penyerangan tersebut yang viral di media sosial. Menurut dia, pihak kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara.

"Untuk sampai saat ini, itu sudah kita lakukan penanganan dan itu kita tetap lakukan penegakan hukum. Ini dalam pemeriksaan semua, saksi-saksi. Kemudian setelah nanti lengkap, kita akan melaksanakan gelar perkara," ujar AKBP Sentot saat dikonfirmasi, Jumat 13 Maret 2026.

Dia pun memberikan peringatan keras kepada seluruh kelompok atau ormas di Sukabumi agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, terlebih di bulan suci Ramadhan.

"Yang perlu kami ingatkan bahwa di sini tidak ada toleransi untuk pelanggar hukum, sehingga apa pun pelanggaran hukum atau kejahatan yang dilakukan, itu akan berhadapan dengan hukum," kata Sentot.


Sementara, akibat serangan mendadak tersebut, lima orang warga yang tengah berjaga di lokasi menjadi korban pembacokan dan harus dilarikan ke RS Secapa.

FF, kakak dari salah satu korban bernama HF, membeberkan detik-detik mencekam saat kelompok penyerang tiba di lokasi. 

Menurutnya, ada sekitar 14 orang yang datang dengan membawa senjata tajam jenis samurai dan celurit.

"Kejadiannya penyerangan tiba-tiba nyerang aja, diserang semuanya sekitar 14 orang. Datang-datang langsung ngeroyok, langsung ngeluarin benda tajam," ungkap FF saat ditemui di lokasi kejadian.

Terluka sampai Patah Tulang

Ia menegaskan tidak ada pembicaraan atau mediasi sebelum serangan terjadi. Ia meyakini kelompok tersebut datang dengan tujuan merebut paksa lapak parkir yang selama ini dikelola keluarganya.

"Nggak (ngomong dulu), langsung nyerang begitu aja pengen menguasai lapak ini. Kalau seandainya dia ngomong baik-baik mah ayo bareng-barengan lah," ungkap dia.

“Kenal ada videonya juga orangnya kenal ada di videoin di sini orang gabungan dari Ormas GRIB Jaya,” tambah dia.

Data yang dihimpun mencatat lima korban berinisial FF, HF, AH, OG, dan KK mengalami luka-luka. Korban HF dan FF menjadi yang paling parah, salah satunya menderita luka robek di kepala hingga mendapat 18 jahitan akibat sabetan celurit.

“Saya (kena luka), kalau adik saya kan masih dirawat kepalanya kena celurit kena bacok sama tangan semua,” ujarnya.

Tak hanya senjata tajam, aksi pengeroyokan tersebut juga menyebabkan dua orang lainnya mengalami patah tulang di bagian hidung dan luka serius di area mata akibat hantaman benda tumpul.

Laporan : Suryana

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update