Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Kisah Kapten Kapal Dwi Irianto: 26 Tahun Lebaran di Laut Demi Pemudik

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:35:00 AM WIB Last Updated 2026-03-26T02:35:17Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, LAMPUNG - Bagi kebanyakan orang, Hari Raya Idulfitri identik dengan pulang kampung, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati hangatnya kebersamaan. Namun, hal itu tak lagi dijadikan tradisi oleh Dwi Irianto.

Selama 26 tahun terakhir, kapten kapal ferry tersebut justru menghabiskan momen Lebaran di tengah laut. Ia harus rela jauh dari keluarga di Semarang demi memastikan ribuan pemudik tiba di tujuan dengan selamat.

“Sudah 26 tahun seperti ini. Pasti ada rasa sedih, apalagi setelah salat Id biasanya kumpul keluarga, makan bersama, sampai ziarah. Itu yang paling terasa,” ujar Dwi saat ditemui di atas kapal di tengah padatnya arus balik, Rabu (25/3/2026).


Di balik hiruk pikuk musim mudik, suasana Lebaran di kapal tak selalu ramai. Bahkan, Dwi pernah merasakan Idulfitri yang sepi tanpa penumpang.

“Pernah salat Id hanya dengan kru kapal, tidak ada penumpang sama sekali,” katanya.

Bagi Dwi dan 28 kru yang dipimpinnya, Lebaran justru menjadi puncak tanggung jawab. Sejak awal arus mudik, ia memastikan seluruh operasional pelayaran berjalan lancar, aman, dan tanpa kendala berarti.

Menurutnya, kepuasan terbesar datang saat penumpang merasa nyaman selama perjalanan.

“Kalau penumpang tertib, tidak berdesakan, dan mereka merasa senang, itu sudah jadi kebahagiaan tersendiri,” ungkapnya.

Cara Mengobati Rindu Keluarga

Rasa rindu kepada keluarga tak bisa dihindari, terlebih orang tua di kampung halaman yang semakin menua. Bahkan, hingga beberapa hari setelah Lebaran, ia belum tentu bisa berkumpul dengan keluarga. Namun, meski terbatas waktu dan kondisi, dia selalu berusaha berkomunikasi dengan keluarga saat kapal bersandar.

“Kalau kangen ya telepon, itu juga kalau ada sinyal,” katanya.

Meski jauh dari keluarga, suasana Lebaran tetap dihadirkan secara sederhana di atas kapal. Dwi bersama kru dan penumpang kerap menggelar takbiran hingga pagi, dilanjutkan salat Id berjemaah dan makan ketupat bersama.

“Kami tetap merayakan, meski sederhana. Kadang juga karaoke atau ngobrol santai dengan penumpang,” tuturnya.

Sebagai nakhoda, Dwi memegang tanggung jawab penuh atas keselamatan pelayaran. Ia memastikan kapal beroperasi dengan aman dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya.

“Tugas utama nakhoda itu menjamin keselamatan pelayaran, dari titik keberangkatan sampai tujuan,” tegasnya.

Menjelang musim mudik dan balik Lebaran, berbagai persiapan dilakukan lebih intensif. Mulai dari pengecekan mesin kapal, kelengkapan alat keselamatan, hingga kesiapan fisik seluruh kru.

“Semua harus dalam kondisi siap. Kapal dicek, kru juga harus fit supaya tidak ada kendala selama angkutan Lebaran,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran kru dalam operasional kapal.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kru sangat vital, mereka yang menjalankan seluruh proses dari bongkar muat hingga keberangkatan,” katanya.

Meski telah puluhan tahun menjalani Lebaran di atas kapal, Dwi mengakui rasa haru dan rindu tetap ada. Namun, ia memilih menjalani semuanya sebagai bagian dari tanggung jawab profesi.

“Ini sudah jadi konsekuensi pekerjaan. Mau tidak mau harus dijalani,” ucapnya.

Sapa Penumpang jadi Penghibur

Namun di tengah kesibukannya, Dwi tetap menyempatkan diri berkeliling menyapa penumpang setiap hari.

“Saya usahakan minimal sekali sehari menyapa penumpang,” katanya.

Di akhir perbincangan, Dwi berpesan kepada para pemudik agar selalu mempersiapkan perjalanan dengan baik dan menjaga keselamatan.

“Jadilah penumpang yang bijak. Siapkan kendaraan, jaga kondisi tubuh, dan rencanakan perjalanan dengan matang,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama perjalanan laut.

“Jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke toilet. Supaya perjalanan nyaman untuk semua,” tandasnya.

Laporan : Subari

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "