Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Macet Parah Cibadak-Parungkuda, Polisi Berlakukan One Way 10 Kali di Jalur Sukabumi

Rabu, 25 Maret 2026 | 11:39:00 AM WIB Last Updated 2026-03-25T03:39:38Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, SUKABUMI - Kemacetan parah terjadi saat ribuan kendaraan dari arah Palabuhanratu dan Kota Sukabumi memenuhi ruas jalan utama Cibadak menuju Parungkuda pada Selasa (24/3/2026).

​Kepadatan ini didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor yang hendak kembali ke wilayah Jabodetabek.

Antrean kendaraan dilaporkan mengular panjang, terutama di jalur yang mengarah ke Gerbang Tol Bocimi Parungkuda serta jalur arteri Sukabumi–Bogor.


​Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya menarik beban kendaraan yang menumpuk di Simpang Ratu menuju akses tol. 

Hingga Selasa sore, polisi tercatat sudah memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) sebanyak dua kali.

​“Hari ini kami sudah melaksanakan dua kali one way untuk pengurasan arus. Fokusnya adalah menarik kendaraan dari arah Kota Sukabumi maupun Palabuhanratu yang bertemu di titik Simpang Ratu,” jelas Hidayat saat dikonfirmasi.

​Fenomena arus balik kali ini didominasi oleh wisatawan yang pulang dari destinasi populer seperti Pantai Palabuhanratu, Pantai Ujung Genteng, hingga kawasan wisata di Kota Sukabumi. 

Meski volume kendaraan sangat tinggi, kepolisian masih melakukan sinkronisasi data dengan Trans Jabar Tol (TJT) untuk memastikan jumlah pasti kendaraan yang keluar dari Sukabumi.

​Sepanjang Operasi Ketupat Lodaya 2026, sistem one way menjadi senjata utama petugas di lapangan. Tercatat, rekayasa ini sudah dilakukan sebanyak 10 kali di titik yang sama selama periode operasi berlangsung.

​“Alhamdulillah, kurang lebih 10 kali selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 kami melaksanakan one way. Dampaknya cukup membantu untuk penarikan kendaraan yang mengarah ke Gerbang Tol Parungkuda,” tambah Hidayat.

​Kesaksian Pengendara

​Lamanya durasi perjalanan dikeluhkan oleh para pengendara. Asep (40), wisatawan asal Lido, Bogor, mengaku menempuh waktu hingga 5 jam hanya untuk mencapai Cibadak dari arah Palabuhanratu.

​"Macet mulai terasa dari sebelum masuk Cibadak, apalagi mendekati Parungkuda. Kendaraan padat merayap. Saya berangkat jam 11 siang, baru sampai Simpang Ratu jam 4 sore," ungkap Asep.

​Nasib serupa dialami Rudi (33), seorang pengendara motor. Meski biasanya lebih lincah menembus kemacetan, kali ini ia terpaksa harus bersabar mengikuti antrean panjang.

​"Dari Palabuhanratu sudah ramai, tapi pas masuk Cibadak sampai arah Parungkuda benar-benar padat. Motor saja susah jalan, harus pelan-pelan ikut antrean kendaraan," kata Rudi.

Laporan : Suryana

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "