MEDIAINDONESIA.ASIA, JATENG - Pemudik dari sejumlah pulau ke Jawa Tengah diprediksi mengalami puncak pada Selasa (18/3/2026) besok lusa. Ribuan pemudik diprediksi masuk Jawa Tengah melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), memprediksi arus mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri 2026 akan mengalami peningkatan jumlah penumpang.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas, S. Joko, memperkirakan puncak arus mudik penumpang kapal akan terjadi pada H-2 Lebaran, sebagaimana pola yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Namun, berdasarkan data sementara yang dihimpun sejak H-15 hingga H-10 Lebaran, jumlah penumpang tercatat mengalami kenaikan sekitar 20 persen secara year on year.
“Data yang kami kumpulkan sejak H-15 hingga H-10 menunjukkan adanya kenaikan sekitar 20 persen. Jika tahun lalu jumlah penumpang sekitar 9.000 orang, saat ini sudah mencapai lebih dari 11.000 penumpang. Hal ini menjadi catatan bagi kami untuk mengantisipasi kesiapan fasilitas dan tim agar selalu siap melayani penumpang yang melakukan embarkasi maupun debarkasi di pelabuhan. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman,” ungkap Joko saat ditemui di dermaga penumpang keberangkatan penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu (15/3/2026).
Joko mengatakan tiga daerah asal pemudkk paling padat pada arus mudik Lebaran 2026, yaitu Sampit, Pontianak dan Kumai.
“Di pelabuhan ini ada tiga tujuan yang paling banyak diminati penumpang, yaitu Pontianak hingga Kumai,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa layanan transportasi laut bagi penumpang dilayani oleh dua perusahaan pelayaran, yakni Dharma Lautan Utama (DLU) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).DLU menyiapkan lima unit kapal, sementara PT Pelni mengoperasikan empat unit kapal untuk melayani mobilitas penumpang selama periode angkutan Lebaran.
“Kami memastikan dermaga siap untuk proses sandar kapal serta fasilitas embarkasi dan debarkasi, termasuk penyediaan garbarata bagi penumpang. Kami berharap seluruh layanan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Dua Jenis Kapal Penumpang
Joko menjelaskan bahwa layanan kapal penumpang di pelabuhan tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu kapal penumpang murni (pure passenger) dan kapal Roro penumpang.
Khusus kapal Roro, selain mengangkut penumpang juga dapat membawa kendaraan seperti mobil.
Menurutnya, keberadaan kapal Roro memiliki peran penting karena Pelabuhan Tanjung Emas menjadi penghubung utama jalur Semarang menuju Sampit dan Kumai. Jalur ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mobilitas penumpang, tetapi juga untuk distribusi berbagai kebutuhan pokok serta barang logistik lainnya.
Ia menambahkan, layanan kapal Roro yang mengangkut kendaraan sekaligus penumpang akan tetap beroperasi hingga akhir periode angkutan Lebaran, sehingga diharapkan dapat mendukung kelancaran arus mudik maupun arus balik.
“Selain itu, akan ada kapal dari TNI Angkatan Laut yang hadir dalam program mudik gratis, yaitu KRI Banda Aceh. Kami perkirakan jumlah penumpangnya bisa mencapai sekitar 1.000 orang,” bebernya.Rencananya, KRI Banda Aceh dijadwalkan berlayar pada 18 Maret 2026 dari Semarang dan kembali ke pelabuhan yang sama pada 25 Maret 2026.
“Dari BUMN, Pelni menyiapkan empat unit kapal. Dari swasta, PT Dharma Lautan Utama menyiapkan lima unit kapal. Ditambah satu kapal negara dari TNI AL, yaitu KRI Banda Aceh. Dengan jumlah tersebut, kami yakin dapat mengakomodasi masyarakat yang akan mudik ke berbagai tujuan. Kami juga terus meningkatkan fasilitas pelabuhan. Seperti pada angkutan Natal dan Tahun Baru kemarin yang berjalan lancar, kami optimistis angkutan Lebaran tahun ini juga dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Oleh : Wati
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini



