Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Gempa M 7,6 Guncang Sulut: 1 Korban Jiwa, Pemprov Segera Tetapkan Tanggap Darurat

Jumat, 03 April 2026 | 8:48:00 PM WIB Last Updated 2026-04-03T12:48:49Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, SULUT - Gempa magnitudo 7,6 mengguncang Kota Bitung dan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (2/4/2026). Satu korban meninggal dunia, serta sejumlah bangunan dan fasilitas umum rusak di empat kabupaten kota di Sulut.

Menanggapi dampak yang tersebar di beberapa wilayah, Pemerintah Provinsi Sulut direncanakan akan segera menetapkan status tanggap darurat, menyusul dua kabupaten di bawahnya yang telah lebih dulu menetapkan status serupa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa, pemerintah akan bertanggung jawab atas perbaikan infrastruktur permukiman dan fasilitas publik lainnya, selama pemerintah daerah menyatakan status tanggap darurat bencana.


"Untuk rumah masyarakat yang rusak, akan diperbaiki oleh pemerintah. Polanya sama seperti di daerah bencana lain," ujar Suharyanto saat mengunjungi lokasi gempa di gedung KONI Sulut, Kecamatan Sario, Kota Manado, Jumat (3/4/2026).

Dia mengatakan, rumah rusak ringan dan sedang akan diperbaiki, sementara yang rusak berat akan diganti atau pembangunan baru. Mekanismenya nanti melihat pengajuan dan kemampuan fiskal daerah, jika diserahkan ke pusat, maka pusat akan ambil alih.

"Selain bantuan perbaikan rumah, Kementerian Sosial telah memonitor pemberian santunan bagi ahli waris korban jiwa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.



Meskipun saat ini belum dilaporkan adanya titik pengungsian terpusat, BNPB bersama tim gabungan akan terus melakukan asesmen lapangan secara mendalam untuk memastikan seluruh kebutuhan penyintas terpenuhi dan tidak ada area terdampak yang luput dari pantauan.

Dampak Bencana di Sulut

Gempa menyebabkan satu korban meninggal dunia dan tiga warga lainnya cedera. Guncangan gempa juga merusak sejumlah fasilitas publik dan rumah warga di lima kabupaten/kota di Sulut.

"Di Kota Manado, kerusakan tersebar di berbagai titik vital. Gedung KONI di Kelurahan Sario menjadi saksi kekuatan gempa setelah eksteriornya runtuh," ungkap Kepala Basarnas Sulut George Randang.

Tragisnya, reruntuhan di lokasi ini merenggut nyawa Deitje Lahia (70), seorang pemilik kios yang berada tepat di samping bangunan yang ambruk.

Infrastruktur pemerintahan dan publik pun tak luput dari dampak. Dinding Hotel Four Points dilaporkan retak, begitu pula dengan Mall Pelayanan Publik (Bapenda), Kantor Wali Kota, hingga sejumlah ruang dinas lainnya.

‘’Di Kecamatan Mapanget, atap plafon Gereja Advent Perum Tamara ambruk, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,’’ ujarnya.

Di Kabupaten Minahasa Utara, dampak terlihat masif pada fasilitas kesehatan dan pendidikan. Puskesmas Talawaan, gedung gereja, sejumlah gedung sekolah seperti SD Inpres Kaleosan dan SMPN 3 Satap Kalawat mengalami kerusakan bangunan.

Sementara di Kabupaten Minahasa, satu rumah di Desa Tandengan Satu dilaporkan rusak berat.

‘’Satu warga bersama Refolino Rumagit asal Desa Kiniar, Kabupaten Minahasa mengalami luka ringan akitar terkena material yang jatuh saat gempa,’’ ujarnya.

Sementara itu dari Kota Bitung, gempa merusak bangunan Kantor Wali Kota, Kantor BPBD, tiga rumah warga, serta gedung Gereja GMIM Petra.

Oleh : Rusli

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "