MEDIAINDONESIA.ASIA, MANADO - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memberikan santunan kepada keluarga dari lansia bernama Deice Lahia (70) yang meninggal terkena reruntuhan bangunan saat terjadi gempa, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (3/4/2026).
"Kami mendoakan mendiang serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Suharyanto di Manado.
Kehadiran Suharyanto bersama rombongan ini disambut keluarga dan masyarakat sekitar. "Terima kasih Kepala BNPB sudah datang langsung mengunjungi keluarga yang berduka," ujar pihak keluarga.
Deice Lahia meninggal tertimpa reruntuhan bangunan KONI Sulut. Korban diketahui merupakan kakak kandung dari petinju legendaris Indonesia, Ilham Lahia, sosok yang pernah mengharumkan nama bangsa hingga babak 16 besar Olimpiade Seoul 1988.
Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi bahwa korban dievakuasi dari area halaman bangunan KONI dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban bernama Deice Lahia, berusia 70 tahun. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado," ujar Nuriadin.Saksi mata yang berada di lokasi, Stevi Pude, menceritakan kepanikan saat gempa melanda. Menurutnya, warga sempat berteriak memperingatkan korban yang saat itu sedang berada di depan halaman rumah yang berdekatan dengan gedung KONI.
"Saat terjadi gempa, kami semua berhamburan keluar. Kami sudah memanggil Oma Dei, tapi dia masih tetap duduk di halaman. Mungkin karena usianya, beliau tidak bisa bergerak cepat," ungkap Stevi yang merupakan tetangga korban.
Kabar mengenai identitas korban sebagai kakak dari sang petinju nasional dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, Bonix Saweho. Bonix, yang juga merupakan junior Ilham di dunia tinju dan pernah berlaga di Olimpiade Athena 2004, menyampaikan rasa duka yang mendalam.
"Iya benar kawan, korban adalah kakak dari Ilham Lahia," kata Bonix singkat saat dikonfirmasi.
Sosok Ilham Lahia sendiri merupakan sejarah besar bagi tinju Indonesia. Di Olimpiade Seoul, ia mencatatkan kemenangan ikonik saat memukul KO petinju Mesir, Mohamed Hegazi, sebelum akhirnya terhenti di tangan petinju tuan rumah.
Oleh : Dirta
Editor : Riski
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini




