MEDIAINDONESIA.ASIA, CIMAHI - Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI asal Cimahi itu telah gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), akibat serangan Israel di Lebanon Selatan, Senin (30/3/2026).
Saat terjadi serangan, Kapten Zulmi dikabarkan tengah mengawal iring-iringan kendaraan milik pasukan UNIFIL, sebelum kemudian diserang Israel.
Duka yang dalam pun dirasakan pihak keluarga. Kapten Zulmi diketahui meninggalkan seorang istri serta dua anaknya yang masih kecil, berusia 5 tahun dan 1 tahun.
Sejak Senin sore, keluarga mengaku sudah mendapat kabar gugur Kapten Zulmi, tapi belum berani memastikannya. Konfirmasi resmi akhirnya diketahui pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB.
"Adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar telah meninggal di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah," kata perwakilan keluarga, Risman Efendi.
Risman menyampaikan, hingga masih menunggu kabar resmi soal kepastian kepulangan jenazah Kapten Zulmi. Menurutnya, hingga kini, jenazah almarhum masih berada di negara penugasan.
"Kami masih menunggu kabar pemulangan jenazah. Sampai sekarang belum ada informasi, jenazah masih di Lebanon," katanya.
Keluarga berharap proses pemulangan jenazah dapat segera dilakukan. Di tengah penantian itu, doa pun terus mengalir dari keluarga, kerabat, dan masyarakat yang turut berduka atas kepergian Kapten Zulmi.
"Sejak kemarin malam sudah banyak para pelayat baik dari keluarga terdekat ataupun teman kerja istri almarhum," katanya.
Rencananya, sambung Risman, setelah jenazah tiba di tanah air, Kapten Zulmi akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung. Pemakaman di taman makam pahlawan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada negara.
"Kalau pemakaman Insyaallah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra," jelasnya.
Halaman rumah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, itu bertabur karangan bunga berduka, Rabu pagi, 1 April 2026.
Pantauan di lokasi, deretan karangan bunga dikirim sejumlah pejabat dan tokoh negara seperti Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Selain itu, ada juga dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Annis Mata dan Arrmanatha Nasir, hingga Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi, dan masih banyak lainnya.
Sejak Senin sore, keluarga mengaku sudah mendapat kabar gugur Kapten Zulmi, tapi belum berani memastikannya. Konfirmasi resmi akhirnya diketahui pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapten Zulmi merupakan anggota Grup 2 Kopassus/Para Komando yang bermarkas di Solo. Berdinas sebagai prajurit TNI sejak 2015 dan dalam satu tahun terakhir tergabung dalam Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL yang bertugas di Lebanon.
Kata Kapuspen TNI
Sebelumnya diberitakan, terdapat tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian usai diserang Israel. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut ketiga identitas prajurit gugur itu adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Selain itu, lima anggota mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto.
“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi,” ujar Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Selasa (31/3/2026).
Laporan : Suryana
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini




