Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Waspada El Nino Godzilla di Lampung, Gubernur Mirza Siapkan Mitigasi Pangan

Minggu, 12 April 2026 | 2:40:00 PM WIB Last Updated 2026-04-12T06:41:27Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, LAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena El Nino ekstrem atau yang disebut “El Nino Godzilla” yang diprediksi melanda mulai Mei hingga September 2026. Fenomena ini dikhawatirkan berdampak besar terhadap produksi pangan hingga stabilitas ekonomi daerah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan seluruh pihak harus bersiap menghadapi potensi cuaca kering berkepanjangan yang bisa mengganggu sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, dan hortikultura.

“Fenomena El Nino ini akan sangat mempengaruhi produksi pangan kita. Karena itu, perlu sinergi dan kolaborasi sejak dini untuk melakukan mitigasi,” ujar Mirza, Sabtu (11/4/2026).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Lampung akan mulai memasuki musim kemarau sejak Mei, dengan puncaknya terjadi pada Juli hingga September. Minimnya curah hujan berpotensi memicu kekeringan di berbagai daerah.


Mirza mengingatkan, Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional memiliki peran penting dalam menjaga pasokan komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong.

Dia mencontohkan, penurunan produksi jagung bisa berdampak langsung pada kenaikan harga pakan ternak. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan harga ayam dan telur di pasaran.

“Jika produksi terganggu, bukan hanya petani yang terdampak, tetapi juga harga pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Lampung terus berkoordinasi dengan BMKG serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sekaligus melibatkan pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pemangku kepentingan.

“Keterlibatan seluruh kepala daerah menjadi kunci menjaga stabilitas pangan dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ancaman Kesehatan dan Karhutla

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menambahkan dampak El Nino tidak hanya dirasakan di sektor pangan, tetapi juga kesehatan dan lingkungan.

Dia bilang, capaian produksi padi Lampung yang meningkat dari 2,73 juta ton menjadi 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG) harus dipertahankan di tengah ancaman kekeringan.

Selain itu, kondisi cuaca kering berpotensi meningkatkan kasus ISPA, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kesiapsiagaan karhutla harus ditingkatkan melalui pemantauan hotspot, patroli rutin, dan respons cepat di wilayah rawan. Dalam kondisi tertentu, rekayasa cuaca juga bisa dipertimbangkan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Lampung mendorong percepatan masa tanam sebelum musim kemarau serta memperkuat cadangan pangan daerah.

Selain itu, pemerintah juga akan memperjelas langkah lanjutan seperti penetapan status siaga, koordinasi rutin antarorganisasi perangkat daerah (OPD), hingga integrasi sistem peringatan dini berbasis data hingga tingkat daerah.

“Langkah konkret harus segera dilakukan agar dampak El Nino bisa ditekan semaksimal mungkin,” tandasnya.

Oleh : Subari

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " MEDIA INDONESIA ASIA " "