Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bawa Keluar 3 Koper

Selasa, 14 Juli 2026 | 8:25:00 PM WIB Last Updated 2026-07-14T12:25:43Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAAWA TENGAH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan ruang kerja Bupati Sukoharjo Etik Suryani Selasa (14/7/2026), dari kegiatan tersebut penyidik lembaga rasuah ini membawa 3 koper.

Penggeledahan berlangsung sekira 4,5 jam, dari pukul 10.00 hingga 14.30 WIB. Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo ikut mendampingi para penyidik KPK.

Haris membenarkan adanya penggeledahan ruang kerja atasannya. Mereka membawa 3 koper. Selain menggeledah ruang kerja bupati, KPK membuka ruang Sekda, ruang Asisten 1 dan ruang Kabag Umum usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kamis (9/7/2026) malam.

"Yang diambil itu tadi ya, yang dibuka ruangan bupati, ruang Sekda, ruang Asisten 1 dan ruang Kabag Umum. Dibuka untuk mencari cari barang bukti," ujar Haris, Selasa (14/7/2026).

Haris tidak mengetahui pasti berapa koper barang bukti yang dibawa. Namun dari pantauan di lokasi tim KPK membawa keluar sekitar 3 koper dari Kantor Bupati Sukoharjo. Koper tersebut langsung dimasukkan ke dua mobil Toyota Innova yang digunakan penyidik KPK.

"Itu saya enggak tahu ya. Karena saksinya kan berbeda, saya standby disini. Tapi sepertinya memang mau kesana itu bawa koper. Tapi dapat barang bukti atau enggak, bisa saja kopernya kosong," katanya.

Selain Haris, Asisten 2 dan Asisten 3 Sukoharjo juga turut menyaksikan langsung pembukaan segel di Kantor Bupati Sukoharjo.

 


Nasib Ruangan yang Disegel

Saat disinggung lokasi lain yang disinyalir juga didatangi KPK, seperti Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, serta gedung Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Sukoharjo, Haris mengaku belum mengetahui.

"Kalau itu saya tidak tahu njih. Hanya karena saya yang dituakan di sini, saya tadi menemui tim KPK di sini, standby di sini. Kalau Kantor BPKPAD sepertinya belum dibuka segel," imbuhnya.

Haris memastikan sejumlah empat disegel kini sudah bisa kembali digunakan.

"Sudah bisa digunakan. Intinya tadi pesannya, ruang sudah selesai, bisa dibersihkan, bisa digunakan," ujarnya.

"Harapannya data yang diperlukan KPK segera ketemu. Nanti berkas-berkas selesai pemberkasan. Harapan kita ini secepatnya selesai," pungkasnya.

Laporan : Wati

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

 

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "