Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Indeks Berita

Pangkormar: 4 Jenazah Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua Identifikasi Lewat Tes DNA

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:18:00 AM WIB Last Updated 2026-02-19T03:19:09Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAWA BARAT - Komandan Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi mengungkapkan empat jenazah prajurit TNI AL korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, belum teridentifikasi karena sulitnya mengenali korban secara fisik.

"Dari 23 sudah 19 ditemukan dan sudah dimakamkan di kampung halamannya masing-masing. Kemudian yang empat juga sebetulnya sudah ditemukan tinggal proses DVI. Di Kepolisian ini DVI ini sudah ditentukan bahwa empat ini sudah dipastikan anggota TNI," kata Endi kepada wartawan di Mako Kormar, Jakarta Pusat, Rabu (18/2)

Identifikasi empat prajurit ini disebutnya memakan waktu lebih lama, karena mereka ditemukan bersama dengan puluhan jenazah masyarakat sipil lainnya yang juga menjadi korban longsor.

Kondisi jenazah yang tidak utuh membuat tim kepolisian harus bekerja ekstra teliti melalui prosedur Disaster Victim Identification (DVI).

"Permasalahannya kita belum tahu si A, si B, si C. Ini bergabung dengan masyarakat sipil, yang mana kalau tidak salah masyarakat sipil juga cukup banyak, ada 83 orang dari sekian KK yang ada. Sehingga proses ini nunggu dari proses DVI ini kurang lebih 14 hari," paparnya.

Ia menyampaikan, proses identifikasi manual melalui sidik jari sudah tidak mungkin dilakukan, sehingga tim medis harus menggunakan metode tes DNA.

Keluarga korban pun telah memberikan sampel darah untuk mempercepat kepastian identitas agar para prajurit tersebut bisa segera dimakamkan dengan penghormatan terakhir.


"Kalau proses ini tidak dikasih lewat sidik jari hanya 1-2 jam selesai. Karena ini sudah lama sehingga sudah tidak utuh. Jadi memerlukan waktu di mana yang prosesnya sudah diambil darah dari keluarga, dari ibu, dari bapak, dari keluarga untuk mempercepat proses ini," ucapnya.

Total ada 23 prajurit yang menjadi korban dalam musibah tersebut. 12 orang di antaranya sudah menikah dan 11 orang lainnya masih lajang.

"Para prajurit terbaik pos Marinir yang kena musibah itu ada 23 orang, yang mana dari 23 itu, 12 sudah berkeluarga dan 11 belum berkeluarga," lanjutnya.

Kemudian terkait dengan diberhentikannya proses pencarian pada korban, hal ini melihat kondisi di lapangan yang sudah tidak lagi memungkinkan bagi tim penolong.

"Selama proses pencarian, karena ini semuanya atas perintah berhenti dan lanjutnya dari pemerintah daerah, selama ini yang dimotor oleh Basarnas, proses pencarian sudah dinyatakan selesai satu minggu yang lalu, jadi proses pencariannya dua minggu," jelasnya.

"Kemudian kami menambahkan lagi satu minggu, karena kalau ditambah lagi ini makin lama akan makin hancur kalau diambil itu. Dan juga situasi kurang mendukung sehingga proses dinyatakan selesai," sambungnya.

Mengenai penyebab bencana, Pangkormar memaparkan, faktor alam dan kondisi hutan yang mulai gundul menjadi pemicu utama longsor. Meskipun prosedur latihan sudah diikuti, curah hujan yang sangat tinggi selama tiga hari berturut-turut menciptakan situasi yang tidak terelakkan.

"Kurang lebih tiga hari berturut-turut siang malam hujan sehingga terjadi longsor di daerah itu. Kebetulan di sana itu kan tanahnya cukup tunggul. Dan air itu namanya proses longsornya terjadi karena mungkin juga kondisi hutannya sudah mulai agak gundul. Sudah beralih fungsi, terjadilah seperti ini. Kami berharap ke depan tidak akan terjadi," pungkasnya.

Liputan : suryana

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update